Lewati ke konten utama
Breaking News

Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax di Papua-Maluku, Pertalite dan BioSolar Bersubsidi Tetap

Jayapura, fajarpapua.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Kebijakan tersebut diberlakukan se

Redaksi Fajar PapuaPenulis
21.08 WIT2 menit baca14 dibaca
Petugas Pertamina saat mengisi BBM Pelanggan
Petugas Pertamina saat mengisi BBM PelangganFoto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi nasional.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi serta distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat,” ujar Roberth, Rabu (10/6).

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan kualitas BBM di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua dan Maluku. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga maupun aplikasi MyPertamina,” katanya.

Harga Pertalite dan BioSolar Tetap

Di tengah penyesuaian harga BBM non subsidi, Pertamina menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.

Harga Pertalite tetap dijual sebesar Rp 10.000 per liter, sementara BioSolar subsidi tetap Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menyalurkan BBM subsidi kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan penyesuaian hanya berlaku untuk produk BBM non subsidi tertentu.

Adapun harga BBM yang berlaku di seluruh provinsi di wilayah Papua dan Maluku mulai 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

A. Pertamax Series 1. Pertamax (RON 92): dari Rp12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter. 2. Pertamax Turbo (RON 98): Rp21.200 per liter (tetap).

B. Dex Series 1. Dexlite (CN 51): Rp23.500 per liter (tetap). 2. Pertamina Dex (CN 53): Rp25.350 per liter (tetap).

“Harga ini berlaku di seluruh provinsi yang ada di Papua dan Maluku dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen. Informasi lengkap terkait harga BBM terbaru dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina dan aplikasi MyPertamina,” ujar Ispiani.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk maupun layanan Pertamina juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang tersedia selama 24 jam. (hsb)