Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

SD Yapis Waghete I di Deiyai Diduga Dibakar OPM

Bangunan Sekolah yang diduga dibakar OPM di Kabupaten Deiyai
Bangunan Sekolah yang diduga dibakar OPM di Kabupaten DeiyaiFoto / PAPUA
Redaksi Fajar Papua2 menit baca9 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com – Bangunan SD Yapis Waghete I yang berada di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga kuat merupakan aksi pembakaran oleh simpatisan kelompok OPM, Kamis (4/6) dini hari.

Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 2 miliar, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan ratusan siswa yang selama ini menggantungkan harapan mereka pada sekolah tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, membenarkan kejadian tersebut dan mengecam keras aksi yang menyasar fasilitas pendidikan.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat penting untuk membangun masa depan generasi muda Papua melalui pendidikan yang layak dan aman.

“Aksi keji ini tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengusut tuntas pelaku yang sengaja membakar sekolah tersebut,” tegas Kapendam, Sabtu (6/6).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat menemukan indikasi pelaku masuk melalui bagian belakang sekolah setelah memotong pagar seng yang mengelilingi area bangunan. Diduga sekitar lima orang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

Kapendam menjelaskan, aparat keamanan saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa itu.

Pihaknya juga mendalami dugaan keterlibatan kelompok yang selama ini dinilai menolak terciptanya situasi aman dan kondusif di Papua.

Akibat kebakaran tersebut, dua unit bangunan sekolah dilaporkan hangus terbakar.

Selain itu, sembilan ruang kelas beserta berbagai perlengkapan pendidikan juga ludes dilalap api.

“Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun dampak yang paling besar adalah terganggunya proses pendidikan anak-anak di wilayah tersebut,” ujarnya.

Buku pelajaran, meja belajar, papan tulis, hingga ruang kelas tempat para siswa menuntut ilmu kini berubah menjadi puing-puing dan abu.

Kondisi ini memicu keprihatinan berbagai pihak karena pendidikan selama ini menjadi salah satu kunci utama dalam membangun Papua yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

Tindakan pembakaran fasilitas pendidikan dinilai sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Papua yang tengah berjuang meraih cita-cita melalui jalur pendidikan.

Saat ini, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan pihaknya akan terus mendukung upaya perlindungan terhadap fasilitas pendidikan dan memastikan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Di tengah duka akibat kebakaran tersebut, harapan masyarakat Deiyai tetap sama, yakni melihat anak-anak Papua kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan penuh semangat untuk menggapai masa depan mereka.

Sebab ketika sebuah sekolah terbakar, yang terancam bukan hanya bangunannya, tetapi juga mimpi-mimpi generasi muda Papua yang tumbuh di dalamnya. (hsb)