Timika, fajarpapua.com – Perum Bulog Kantor Cabang Timika menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada mitra penyalur yang kedapatan menjual beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog Cabang Timika, Dedy Wahyudi, di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memperoleh akses beras dengan harga terjangkau.
Menurut Dedy, beras SPHP di Mimika wajib dijual sesuai HET, yakni Rp 13.500 per kilogram atau Rp 67.500 untuk kemasan 5 kilogram.
Bulog bersama para mitra penyalur telah menandatangani komitmen untuk mematuhi ketentuan tersebut.
"Kami akan memberikan sanksi. Kami dengan mitra sudah menandatangani komitmen bersama di atas meterai bahwa mereka akan menjual sesuai HET. Kalau dilanggar, konsekuensinya ditanggung sendiri," tegas Dedy.
Saat ini, Bulog Timika melakukan pengawasan rutin terhadap sekitar 50 mitra penyalur beras SPHP yang tersebar di wilayah Mimika.
Pemantauan dilakukan setiap pekan untuk memastikan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.
Dedy mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya praktik penjualan beras SPHP di atas HET.
Namun demikian, masyarakat diminta lebih teliti saat membeli beras SPHP dengan memperhatikan harga yang tercantum pada spanduk resmi yang dipasang di lokasi penjualan.
"Belum ada laporan dan kami setiap minggu melakukan pemantauan di pedagang maupun di masyarakat. Seluruh mitra kami juga telah dipasangi spanduk. Masyarakat harus lebih jeli melihat harganya sesuai yang tertera," ujarnya.
Bulog juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan adanya pelanggaran harga oleh mitra penyalur.
Untuk diketahui pada tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Bulog Timika menyalurkan 2.400 ton beras SPHP di wilayah Mimika.
Jumlah tersebut menurun dibanding target tahun 2025 yang mencapai 2.800 ton.
Sepanjang tahun lalu, realisasi penyaluran beras SPHP di Mimika mencapai 1.153 ton, disesuaikan dengan permintaan dari para mitra.
Dedy menyebutkan, rata-rata penjualan beras SPHP melalui mitra penyalur saat ini mencapai 200 hingga 300 ton per bulan.
Stok Beras Aman Hingga 5 Bulan
Di sisi lain, Bulog Timika memastikan ketersediaan stok beras untuk masyarakat Mimika dalam kondisi aman hingga lima bulan ke depan.
Saat ini, Bulog menguasai sekitar 1.000 ton beras di gudang, ditambah 1.000 ton dalam proses pemuatan di pelabuhan serta 1.000 ton lainnya dalam perjalanan dari Sulawesi dan Jawa Timur.
"Dengan jumlah yang ada ini, stok beras bisa bertahan lima sampai enam bulan ke depan," kata Dedy.
Selain beras medium, Bulog Timika juga memiliki stok 38 ton beras premium serta 20 ribu liter minyak goreng premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (mas)















