Lewati ke konten utama

Polres Mimika Gelar Cipta Kondisi Jelang Perdamaian Kwamki Narama, 400 Personel Gabungan Dikerahkan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
11.07 WIT2 menit baca138 dibaca
apel pengamanan di halaman Mapolsek Kwamki Narama, Senin (22/6).
apel pengamanan di halaman Mapolsek Kwamki Narama, Senin (22/6).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Menjelang rencana perdamaian konflik di Kwamki Narama yang dijadwalkan pada Rabu (24/6), Polres Mimika melaksanakan kegiatan cipta kondisi dengan menggelar apel pengamanan di halaman Mapolsek Kwamki Narama, Senin (22/6).

Apel pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, sebagai langkah strategis untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang proses perdamaian antar kelompok yang bertikai.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pendekatan yang dilakukan pihak kepolisian bersifat persuasif dan humanis, dengan mengedepankan imbauan kepada seluruh pihak, khususnya para tokoh dan kepala perang, agar dapat mengendalikan pasukannya masing-masing.

“Jadi kami lakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan agar tidak ada lagi saling serang. Kami khususnya mengajak para kepala perang untuk mengendalikan pasukannya. Jangan ada yang membawa alat perang. Penindakan tetap melihat situasi dan dilakukan secara humanis,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dalam kegiatan cipta kondisi ini, Polres Mimika bersama unsur Brimob mengerahkan sekitar 400 personel gabungan untuk melakukan patroli serta memberikan imbauan langsung di lapangan.

Personel juga dibagi ke dalam dua kelompok untuk menjangkau kedua kubu yang berkonflik.

“Dalam cipta kondisi ini kita turunkan 400 personel gabungan dari Polres dan Brimob. Cara bertindak kita bagi dua kelompok di dua kubu,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa aparat keamanan bersama Pemerintah Kabupaten Mimika siap mendukung penuh proses mediasi demi tercapainya perdamaian yang berkelanjutan.

“Kita bersama pemerintah siap mengamankan dan siap melakukan mediasi,” tambahnya.

Ia berharap konflik yang telah berlangsung lama ini dapat segera diselesaikan, mengingat dampaknya yang telah menimbulkan banyak korban.

Kapolres juga menekankan bahwa apabila langkah persuasif tidak diindahkan, maka penegakan hukum tetap akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap konflik ini segera diselesaikan. Kita sedang mencari solusi terbaik agar bisa segera damai,” pungkasnya.

Langkah cipta kondisi ini menjadi bagian dari upaya Polres Mimika untuk menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang agenda perdamaian yang sangat dinantikan masyarakat setempat. (ron)