Lewati ke konten utama

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Papua, 47 Pelanggan Gunakan Home Charging

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
21.44 WIT2 menit baca21 dibaca
Seorang pelanggan PLN di Papua menggunakan handphonenya untuk mengatur pengisian daya kendaraan listrik melalui perangkat Home Charging di rumahnya.
Seorang pelanggan PLN di Papua menggunakan handphonenya untuk mengatur pengisian daya kendaraan listrik melalui perangkat Home Charging di rumahnya.Foto / Lingkungan
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) terus mendorong percepatan transisi energi bersih di Tanah Papua melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Salah satu upaya yang dilakukan yakni menghadirkan layanan Home Charging Services atau pengisian daya kendaraan listrik di rumah. Layanan tersebut dinilai menjadi solusi praktis dan efisien bagi masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW P2B) Roberth Rumsaur mengatakan, hingga pertengahan 2026 tercatat sebanyak 47 pelanggan di Papua telah memanfaatkan layanan Home Charging Services.

“Keberadaan 47 pelanggan pionir Home Charging Services di Papua pada tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa electrifying lifestyle semakin diminati dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Roberth, layanan tersebut memberikan kenyamanan bagi pemilik kendaraan listrik karena proses pengisian daya dapat dilakukan di rumah, terutama pada malam hari saat kendaraan tidak digunakan.

Dengan demikian, kendaraan dapat kembali digunakan pada pagi hari dalam kondisi baterai penuh tanpa harus mengunjungi stasiun pengisian umum.

Kemudahan tersebut juga dirasakan George Valentino, salah satu pengguna layanan Home Charging Services.

“Menggunakan home charging jauh lebih enak karena kendaraan yang sedang di-charge bisa langsung ditinggal di rumah. Ini tentunya sangat hemat waktu dan lebih praktis untuk mendukung rutinitas sehari-hari,” tuturnya.

Untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, PLN menyediakan sejumlah insentif bagi pelanggan. Diantaranya diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya kendaraan listrik pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIT.

Selain itu, PLN memberikan potongan harga sebesar 50 persen untuk biaya pasang baru maupun tambah daya bagi pelanggan yang memasang layanan Home Charging Services. Program promo tersebut berlaku hingga 30 Juni 2026.

“Kami ingin memastikan transisi ini berjalan tanpa hambatan. Lewat potongan biaya pasang baru dan diskon tambah daya, serta diskon tarif malam hari, kami ingin menunjukkan bahwa menggunakan kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih hemat secara ekonomi,” bebernya.

PLN juga terus memperluas infrastruktur pendukung kendaraan listrik di ruang publik. Hingga Mei 2026, PLN bersama mitra telah menyediakan 37 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Papua.

Keberadaan layanan home charging yang didukung jaringan SPKLU diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem transportasi rendah emisi serta mendukung pembangunan ekonomi hijau di Papua.

PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal guna mewujudkan Papua yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Humas PLN)