Lewati ke konten utama

Polisi Siagakan 1.000 Personel Antisipasi Aksi KNPB di Jayapura, Warga Diminta Tetap Beraktivitas Normal

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
22.49 WIT2 menit baca108 dibaca
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen.Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Polresta Jayapura Kota menyiapkan sedikitnya 1.000 personel gabungan untuk mengantisipasi rencana aksi penyampaian aspirasi yang akan dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus 2026.

Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif sehingga aktivitas warga dapat berjalan normal.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, mengatakan kepolisian menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Namun, pelaksanaan aksi harus dilakukan secara bertanggung jawab tanpa mengganggu hak masyarakat lain maupun ketertiban umum.

"Penyampaian pendapat dan aspirasi tentu kami hormati sebagai hak setiap warga negara. Namun pelaksanaannya harus sesuai aturan yang berlaku dan tidak boleh mengganggu ataupun menghentikan aktivitas masyarakat lainnya. Dalam setiap hak juga terdapat kewajiban yang harus dipenuhi secara bertanggung jawab," ujar Kapolresta saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Menurut Fredrickus, Polresta Jayapura Kota telah menyiapkan skema pengamanan terpadu dengan melibatkan personel sesuai kebutuhan situasi di lapangan.

Meski jumlah personel masih dalam tahap penyesuaian, sedikitnya 1.000 personel telah disiagakan sebagai langkah antisipasi.

"Saat ini kami masih melakukan perhitungan dan penyesuaian terkait jumlah personel yang akan dilibatkan. Sebagai langkah antisipasi, sedikitnya 1.000 personel telah kami siagakan untuk mengamankan seluruh aspek kegiatan masyarakat di Kota Jayapura. Hal ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman," jelasnya.

Selain memperkuat pengamanan, Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial menjelang pelaksanaan aksi.

Ia meminta warga lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi dengan terlebih dahulu memastikan kebenaran sumber dan isi informasi tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Jika menerima informasi dari media sosial, hendaknya disaring dan ditelaah secara bijak sebelum dibagikan kembali. Kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman dan menjamin seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan baik," pungkasnya. (hsb)