Distrik Miru Sumbang 50 Persen Kasus Malaria, Kebiasaan Tidak Pakai Kelambu dan Minum Obat Tidak Tuntas

by -
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika
Pencanangan kampanye massal penggunaan kelambu Distrik Mimika Baru.

Sementara Kadistrik Mimika Baru, Dedi mengatakan Mimika diperhadapkan dengan masalah sangat serius seperti malaria. Dimana perbandingan kasus Covid dan malaria di Kabupaten Mimika ternyata malaria jauh lebih banyak dan jauh lebih serius.

Kepada para lurah dan kepala kampung dia mengingatkan malaria sangat serius dimana wilayah Mimika Baru memiliki kasus malaria terbesar yakni 50 persen di Kabupaten Mimika.

“Berarti 50 perrsen lainnya ada di 17 distrik. Lurah dan kepala kampung harus serius urus malaria mulai dengan menyadarkan warga untuk hidup sehat dengan menggunakan kelambu, lingkungan harus bebas dari genangan air, sampah dan penyebab nyamuk malaria hidup,” ujarnya.

“Saya baru di kota dan sebelumnya tugas di pesisir yang mana tidak pernah ada kegiatan semacam ini. Kasih saya waktu bersama lurah-lurah untuk urus wilayah kota ini,” kata Kasdistrik Dedi.

Di meminta para lurah mulai canangkan kegiatan Jumat bersih, dimana setiap Jumat bersama warga turun membersihkan lingkungan, parit dan drainase supaya nyamuk tidak bisa hidup, bertelur dan berkembangbiak.

“Dengan pembagian kelambu para lurah kumpulkan warga bantu petugas puskesamas saat pembagian kelambu sekaligus sosialisasi warga agar gunakan kelambu saat tidur. Bila Distrik Mimika Baru dengan presentase kasus malaria 50 persen berarti mari semua bergandengan tangan cegah malaria dengan pola hidup sehat,” ajak Dedi.

Kepala Puskesmas Timika Jaya, Yosinta Rahangiar mengatakan penanganan kasus malaria di Puskesmas Timika Jaya SP 2 termasuk tinggi.

Dari 50 pasien yang datang berobat setiap hari 50 persennya positif malaria. Pasien setelah diperiksa dan dapat obat diminta petugas untuk minum sampai tuntas.

Angka kunjungan yang cukup tinggi ini biasanya penanggungjawab malaria bersama kader mengedukasi pasien agar minum obat secara paripurna, dan mengajak keluarganya untuk datang memeriksa ke puskesmas.

Kemudian setelah kembal ke rumah akan ada kader malaria yang akan memantau dan mengedukasi mereka agar munum obat sampai selesai kemudian hari ke 7 mereka bisa periksa lagi apakah malarianya sudah sembuh.

Pengawasan kader mulai dari hari ke 7, hari ke 18 dan hari ke 28. Dengan kasus malaria yang masih tinggi ini, diharapkan warga bisa menggunakan kelambu dimana hari ini Dinkes berinisiasi membagikan kelambu ke masyarakat melalui lurah masing-masing secara simbolis.

Untuk distribusi selanjutnya, puskesmas bersama kader yang akan membagikan kepada masyarakat di wilayah masig-masing.

“Soal kader memang di SP 2 ada kekurangan, saat ini ada 6 orang, dan baru direkrut lagi 4 orang. Kader berperan cukup efektif selama ini dalam mengedukasi warga yang terpapar malaria dan mencari warga yang berpotensi terserang malaria,” bebernya.(tim)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250