Pembakaran Rumah Dinkes oleh 8 Oknum TNI Jadi Pintu Masuk Ungkap Kasus Penembakan di Intan Jaya

by -
Tgpf
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Benny Mamoto.

Jayapura, fajarpapua.com – Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Benny Mamoto mengatakan kasus pembakaran rumah kesehatan di Distrik Hipadipa menjadi langkah awal pengungkapan berbagai kasus penembakan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. 

“Memang benar kasus yang menyeret delapan anggota TNI AD terkait dengan kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Hipadipa sudah ditangani Puspomad,” kata Ketua TGPF Benny Mamoto kepada wartawan di Jayapura, Senin. 

Benny Mamoto menegaskan bahwa delapan anggota TNI AD itu seluruhnya bertugas di Hipadipa.

banner 300250

 Ia yang didampingi anggota Kompolnas Pungki Indarti mengatakan bahwa timnya akan berupaya menuntaskan berbagai kasus yang terjadi di Intan Jaya karena itu menjadi tugas TGPF Intan Jaya. 

Terkait dengan kasus penembakan yang menewaskan Pdt. Yeremia Zanambani, Benny Mamoto mengutarakan bahwa pihaknya saat ini belum dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut karena terkendala izin dari keluarga. 

BACA JUGA:  Kapuspen TNI Sebut Oknum TNI yang Terlibat Bentrok Diproses Hukum

Awalnya keluarga, khususnya istri alm. Pdt. Zanambani, sudah mengizinkan untuk autopsi, kemudian mereka meminta dokter independen yang melakukannya. Namun, kata Benny Mamoto, dalam perkembangan selanjutnya izin tersebut dicabut. 

“Belum diketahui dengan pasti apa penyebab keluarga mencabut izin untuk mengautopsi jenazah Pdt. Zanambani. Hal itu menyebabkan tim kesulitan melanjutkan penyelidikan,” kata Mamoto.

 Kedelapan tersangka kasus pembakaran rumah dinas di Hipadipa yang terjadi pada tanggal 19 September lalu, yakni Kapten Inf. SA, Letda Inf. KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH.

Mereka diduga melanggar Pasal 187 Ayat (1) KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) KUHP.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.