Lewati ke konten utama

Uni Eropa Evaluasi Vaksin COVID Pfizer Pada Anak Di Bawah 11 Tahun

RedaksiPenulis
17.40 WIT1 menit baca20 dibaca
Sejumlah siswa sekolah Freiherr-vom-Stein di Bonn, Jerman, pada Senin (31/5/2021) melakukan tes cepat COVID-19 saat sekolah tatap muka dimulai kembali di tengah pandemi COVID-19.
Sejumlah siswa sekolah Freiherr-vom-Stein di Bonn, Jerman, pada Senin (31/5/2021) melakukan tes cepat COVID-19 saat sekolah tatap muka dimulai kembali di tengah pandemi COVID-19.Foto / BERITA UTAMA
Bagikan berita ini
Aa

Amsterdam, fajarpapua.comExponential Moving Average (EMA) pada Senin (18/10) mengatakan mulai mengevaluasi kemungkinan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada anak-anak berusia 5-11 tahun.

Pfizer dan mitranya asal Jerman BioNTech pekan lalu mengajukan data yang mendukung penggunaan vaksin COVID-19 buatan mereka di kalangan anak-anak.

Vaksin tersebut didapati mampu menghasilkan respons imun yang kuat pada usia 5-11 tahun dalam uji klinis yang melibatkan 2.268 partisipan, kata perusahaan pada September. 

Exponential Moving Average (EMA) mengatakan akan mengevaluasi data vaksin itu, yang disebut Comirnaty, termasuk hasil studi klinis yang masih berlangsung.

Vaksin Pfizer-BioNTech saat ini tidak diizinkan untuk digunakan pada kelompok usia di bawah 11 tahun. Namun, Cominarty sudah diperbolehkan penggunaannya pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas di Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Meski anak-anak tidak terlalu rentan terhadap penyakit COVID-19 secara parah, mereka mampu menularkan virus tersebut ke orang lain, termasuk berbagai kalangan rentan yang lebih berisiko terpapar hingga menjadi sakit parah. 
 
Pendapat komite obat-obatan manusia EMA akan diteruskan kepada Komisi Eropa sebagai penentu keputusan terakhir mengenai masalah tersebut. (ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.