Lewati ke konten utama

Ombak Laut, Evakuasi 4 Jenazah Terhambat, Humas RSUD Mimika : Kami Dapat Info Mungkin Tengah Malam

Redaksi FPPenulis
01.39 WIT2 menit baca13 dibaca
Lucky Mahakena
Lucky MahakenaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Evakuasi empat jenazah anak buah kapal (ABK) yang tewas keracunan gas di perairan Merauke mengalami hambatan. Jenazah dipastikan baru tiba di RSUD Mimika pada Selasa tengah malam atau Rabu dini hari.

"Info dari Pol Air sementara ini masih terkendala ombak sehingga masih belum terevakuasi dari laut. Infonya masih menunggu reda situasi kondisi laut baru bisa dievakuasi ke Timika lanjut ke RSUD. Kabarnya mungkin tengah malam baru dilakukan aksi evakuasi dari laut," ungkap Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena ketika dikonfirmasi fajarpapua.com, Selasa (29/3) sore.

Sementara data yang diperoleh fajarpapua.com, para korban mengalami keracunan Minggu (27/3) di Perairan Merauke. Selanjutnya Satpol Air Polres Mimika baru mendapat informasi peristiwa tersebut pada Senin (28/3) pagi.

Informasi yang diterima fajarpapua.com Selasa (29/3) menyebutkan kematian empat ABK tersebut berawal dari laporan pengelolah kapal, Senin (28/3).

Disebutkan, keempatnya dikabarkan meninggal dunia diduga karena keracunan gas saat membersihkan palka tempat penyimpanan ikan saat berada di perairan Kabupaten Merauke.

Terkait tewasnya ABK ini, pihak pengelolah kapal ikan kabarnya telah memerintahkan kapten kapal untuk kembali ke PPI Pomako.

Wartawan fajarpapua.com juga menerima informasi, keempat jenazah ABK Kapal Ikan Kelompok Indramayu tersebut rencananya akan dilakukan pemulasaraan di RSUD Mimika.

Bahkan kabarnya, saat ini pihak pengelolah kapal telah menyiapkan empat unit ambulance untuk membantu mengevakuasi jenazah dari PPI Pomako ke RSUD Mimika.

Keempat mobil ambulan tersebut masing-masing satu unit milik Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika, satu unit dari Persatuan Warga Pati (PWP) Kabupaten Mimika dan satu unit dari Mitra Golden Timika.(ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.