Lewati ke konten utama

Anaknya Sering Dianiaya, Orang Tua Asti "Tidak Sudi" Putrinya Kembali ke Pelukan Sang Suami

Redaksi FPPenulis
19.46 WIT2 menit baca154 dibaca
IMG 20220615 124549
IMG 20220615 124549Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Meski sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, bagi orang tua anak apalagi anak perempuan bagi mereka tetaplah anak yang harus mereka lindungi.

Hal ini seperti yang dialami oleh Asti T, seorang ibu muda yang terpaksa melaporkan sang suami MT ke Polsek Mimika Baru pada Selasa kemarin.

Asti yang bermukim di Jalan Hasanudin Timika didampingi orang tuanya mendatangi polisi Polsek Mimika Baru, Selasa (14/6) pukul 13.45 WIT melaporkan suaminya MT.

Polisi yang mendapat laporan dari Asti, langsung mendatangi TKP di Jalan Hasanudin, Gang Flamboyan dan mengamankan MT.

Kepada fajarpapua.com, menjelaskan perkawinannya dengan MT sudah berjalan 3 tahun dan telah di karuniai seorang anak.

Namun selama perkawinan mereka, MT tidak bertanggungjawab dan tidak pernah mencari kerja.

Parahnya lagi MT sering mengkonsumsi minuman keras dan setelah mabuk pulang ke rumah menganiaya dirinya.

"Dia kalau sudah mabuk maunya saya masak dan menyuapi dirinya sambil tidur , kalau tidak dia pukul saya," ujara Asti.

Asti juga menceritakan selama berada di kampung halaman dirinya sudah sering dianiaya MT tanpa alasan yang jelas.

Asti yang merasa tidak kuat dengan perilaku suaminya kemudian menceritakan hal itu ke orang tuanya yang berada di Timika.

Kemudian orang tuanya meminta dirinya bersama MT ke Timika, namun ternyata perilaku suaminya tidak juga berubah.

Sementara orang tua Asti, kepada fajarpapua.com mengaku mereka sudah tidak sudi anaknya kembali ke suaminya.

"Saya sebagai orang tua sebenarnya sudah mau pisahkan mereka saja tapi kami pikir cucu kami," ungkap orang tua Asti.(ver)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.