Lewati ke konten utama

Setelah 28 Tahun, Patung Kamoro di Kuala Kencana Dipugar, Claus : Bentuk Komitmen PTFI Dukung Pengembangan Budaya Amor

Redaksi FPPenulis
05.25 WIT1 menit baca107 dibaca
IMG 20230819 WA0074
IMG 20230819 WA0074Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Setelah 28 tahun berlalu, patung-patung ukiran khas adat suku Kamoro yang dipasang di beberapa sudut area PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana akhirnya dipugar dan diganti yang baru.

Pemugaran dilakukan bersamaan dengan puncak acara HUT RI ke-78 yang digelar PTFI. Prosesi diawali ritual adat yang dilaksanakan masyarakat suku Kamoro pada Sabtu (19/8) pagi.

Direktur EVP Social Responbility & Community Development PTFI Claus Wamafma mengatakan, pemugaran patung-patung tersebut merupakan komitmen PTFI untuk terus mendukung pengembangan budaya masyarakat Amungme Kamoro (Amor).

"PTFI terus konsen menjaga agar budaya luhur dan luar biasa ini bisa kita lestarikan. Itu salah satu tujuan dari program-program investasi sosial PTFI," katanya.

Ia mengungkapkan, dengan memanfaatkan momen HUT RI ke-78 pihaknya menilai patung-patung khas Kamoro itu perlu dipugar.

Menurutnya masyarakat Kamoro identik dengan seni budaya yang sangat ekspresif. Adapun patung yang dipugar antara lain Wemawe, Mbi dan lainnya.

"Membuat patung pada suku Kamoro adalah budaya turun temurun, tapi tidak semua orang Kamoro bisa mematung. Mereka sangat ekspresif untuk hal-hal yang berbau seni dan budaya," tuturnya.(ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.