Lewati ke konten utama

50 Ekor Kambing Kacang Didatangkan ke Timika dari Maluku Tengah

Redaksi FPPenulis
16.38 WIT2 menit baca23 dibaca
IMG 20240227 WA0012
IMG 20240227 WA0012Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Maluku telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 50 ekor kambing kacang yang akan dikirim ke Timika, Papua Tengah.

Puluhan ekor kambing ini diperiksa pada Minggu(25/2), sebelum diberangkatkan dari Kobisadar, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Pemeriksaan puluhan ekor kambing dilakukan dipimpin Pejabat Karantina Satpel Kobisadar.

Ini dilakukan untuk memastikan media pembawa terbebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) sebelum dilalulintaskan.

Kambing-kambing itu dikirim ke Timika melalui Pelabuhan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Pengiriman dari Kobisadar dilakukan melalui jalur darat dengan truk. Jarak tempuh yang dilalui sejauh kurang lebih 112 km.

Kepala Satpel Kobisadar, Andri Maulana, mengatakan, pengiriman 50 ekor kambing kacang ke Timika merupakan pengiriman perdana.

Ini juga dilakukan sebagai persiapan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan, dimana permintaan kebutuhan akan protein hewani cukup tinggi.

“50 ekor kambing kacang telah dilakukan tindakan karantina hewan dan diperiksa kelengkapan dokumennya. Kami juga mengecek kondisi alat angkut dan ketersediaan pakan sebelum diberangkatkan menuju pelabuhan. Ini karena jarak yang lumayan jauh. Desinfeksi alat angkut tidak lupa dilakukan untuk menjaga keamanan media pembawa sampai di tempat tujuan,” kata Andri Maulana.

Sementara Kepala Karantina Maluku,Abdur Rohman mengungkapkan, seluruh pejabat Karantina Maluku selalu siap menjadi garda terdepan dalam menjaga provinsi Maluku tetap bebas dari HPHK, HPIK, dan OPTK yang selalu mengancam sosio-ekonomi masyarakat.(mas)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.