Lewati ke konten utama

Hampir 10 Tahun Mangkrak, Gedung Perpustakaan Mimika Kerap Dijadikan Tempat Mabuk dan Perbuatan Mesum

Redaksi FPPenulis
16.11 WIT2 menit baca66 dibaca
IMG 20240407 WA0000
IMG 20240407 WA0000Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Gedung tiga lantai yang seharusnya dijadikan Perpustakaan Mimika yang terletak di Timika Indah sudah sekitar 9 tahun lebih mangkrak.

Bahkan gedung yang pada Tahun 2015 lalu sudah selesai pembangunannya kini sudah nampak seperti rumah hantu karena seluruh bagiannya dijarah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kondisi gedung yang kumuh dan gelap serta ditambah dengan tingginya semak belukar sehingga kerap kali dijadikan sebagai tempat tindak kriminal.

Sudah menjadi rahasia umum, gedung mangkrak tersebut sering dijadikan para pemuda pemudi sebagai lokasi mabuk-mabukkan.

Bahkan lokasi tersebut tidak jarang dijadikan sebagai tempat mesum dan juga transaksi seks oleh para pemuda-pemudi.

Menanggapi kondisi ini, Kapolsek Mimika Baru AKP J. Limbong meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan hal tersebut.

"Ini kewenangan dari pemerintah daerah, kami pihak kepolisian hanya bisa melakukan pengamanan dan pengawasan agar tidak terjadi tindak kriminalitas," ujarnya saat ditemui fajarpapua.com, Sabtu (6/4)

Pihaknya lanjut Kapolsek akan berkonsultasi dengan pihak terkait terutama dinas yang memiliki kewenangan menangani gedung ini.

"Kami sudah sering melakukan himbauan, kepada masyarakat namun tidak didengarkan, jadi kita harapkan pemerintah dapat memperhatikan hal ini,"ujarnya

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Danjte Nere pihaknya berencana melakukan perombakan terhadap gedung tersebut.

"Memang tanah dan gedung ini milik Pemda Kabupaten Mimika dan akan dilakukan rekonstruksi atau rehab berat terhadap gedung tersebut," jelasnya. (moa)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.