Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Bentrok Dua Kampung di Kapiraya, Tiga Warga Dilaporkan Terkena Panah

73b2634e-9a19-43ef-8dba-31866928936b
73b2634e-9a19-43ef-8dba-31866928936bFoto / MIMIKA
Redaksi FP2 menit baca7 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Keributan warga dua kampung, Kapiraya dan Mogodagi, di Distrik Kapiraya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (11/2) dilaporkan mengakibatkan tiga warga Kamoro terkena panah.

Salah seorang warga Kamoro di lokasi kejadian saat menghubungi fajarpapua.com mengatakan, dari aksi saling serang tersebut terdapat tiga korban dari masyarakat Kamoro.

“Selamat siang buat kami masyarakat Kamoro, saya mau sampaikan saja kenapa kami punya masyarakat Mee mau merampas hak kami. Sampai pagi ini mereka masih menyerang kami punya masyarakat Kamoro di Kapiraya dan ada tiga orang yang sudah jadi korban,” katanya.

Sementara Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, pihaknya masih mendata para korban.

“Sementara masih kami datakan,” kata Kapolres melalui pesan singkat.

Terkait penyebab keributan, Kapolres mengungkapkan, informasi awal dampak dari pembukaan palang.

“Info awal dampak dari pembukaan palang oleh masyarakat Kapiraya kemarin di jembatan 2 kilometer 5,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dua warga kampung dilaporkan terlibat keributan di Distrik Kapiraya pada Selasa (10/2) pagi.

Dari video yang beredar tampak warga membawa senjata tajam berupa parang, panah, serta senapan angin.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Iya betul, aparat keamanan gabungan TNI-Polri sudah di TKP, untuk situasi saat ini kondusif,” katanya melalui pesan singkat.

Dari informasi yang dihimpun fajarpapua.com, keributan tersebut dipicu karena pada Selasa kemarin masyarakat Kampung Kapiraya membuka pemalangan sasi adat yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Mogodagi di jembatan 2 kilometer 5.(ron)