BERITA UTAMAOLAHRAGAPAPUA

Jumat Agung di Katedral Salib Suci Agats : Dari Jalan Hingga Cium Salib

240
×

Jumat Agung di Katedral Salib Suci Agats : Dari Jalan Hingga Cium Salib

Share this article
Umat paroki katedral salib suci Agats saat mengikuti prosesi jalan salib

Asmat.fajarpapua.com – Perayaan Jumat Agung di Katedral Salib Suci Agats, Asmat, Papua Selatan berlangsung penuh khidmat, Jumat (3/4/2026). Rangkaian Jumat Agung dirayakan mulai dari prosesi jalan salib pada pagi hari dan dilanjutkan dengan ibadah penghormatan salib di sore hari.

Dalam jalan salib, ribuan umat katolik Katedral Salib Suci Agats turun ke jalan mengikuti prosesi mengenang penderitaan Kristus di jalan menuju Golgota. Jalan salib ini dilakukan selain untuk mengenang kisah sengsara dan wafat Kristus, tapi juga merefleksikan iman melalui doa dan pengorbanan.

iklan

Prosesi jalan salib dipimpin pastor paroki Katedral Salib Suci Agats RP. Yulius Hirnawan Christiyanto, OSC serta dikoordinir oleh panitia dari lingkungan Yan Smith dan St. Yoseph. Adapun rute perjalanan melintasi Jl. Kartini, Jl. Bintang Laut, Jl. Dendew, terus ke Jl Kembar, lalu melewati Jl. Frans Kaisiepo dan menuju persimpangan Tugu Tangan kemudian kembali titik awal di Katedral dengan melewati Jl. Misi.

Ditengah terik dan panas matahari yang menyengat, umat tampak khusyuk mengikuti prosesi dari awal hingga akhir. Orang tua, remaja maupun anak-anak turut aktif mengambil bagian dalam doa sepanjang jalan salib untuk mengenang kisah penderitaan Sang Juru Selamat.

Sedangkan dalam ibadah Jumat Agung, umat memadati gereja, pelataran bahkan sepanjang jalan Misi. Kehadiran umat dalam ibadah ini untuk memberikan penghormatan kepada salib dengan cara penciuman salib. Tradisi ini dilakukan umat katolik untuk mengenang kasih dan pengorbanan Yesus Kristus di salib. Salib adalah simbol keselamatan dan cinta kasih Allah. Dengan mencium salib, umat menunjukkan rasa hormat, syukur, dan pengakuan akan pengorbanan Yesus.

Pastor Yulius dalam renungan singkat mengajak umat yang hadir untuk memaknai salib sebagai tanda pengorbanan serta cinta dan kasih. Tanda salib, kata RP. Yulius harus menjadi kekuatan bukan untuk membinasakan melainkan kedamaian.

“Yesus membuktikannya lewat jalan salib. Keteguhan cinta-Nya, ketulusan perbuatan-Nya takkan pernah kalah, walau Ia harus menyerahkan nyawa-Nya,” ucap Pastor Yulius.

“Salib adalah simbol kekuatan dan pengorbanan tanpa pamrih serta cinta yang tulus,” tambah Pastor Yulius.(jef)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP