Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Banjir dan Longsor Ganggu Akses Kampung Banti–Tembagapura

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Banjir dan longsor yang melanda Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, sejak Sabtu malam (25/4) hingga Minggu (26/4), menyebabkan akses antara Kampung Banti dan Tembagapura terganggu.

Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut memicu longsoran di sejumlah titik, termasuk ruas Jalan Tembagapura menuju Lembah Banti.

Seorang warga, Fidelis Omabak, mengatakan material longsor menutup badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Longsoran terjadi sekitar pukul 22.00 WIT, saat hujan deras. Jalan langsung tertutup,” ujarnya.

Selain itu, banjir juga menghantam kawasan Waa di Lembah Banti.

Seorang pendulang, Jamal, menyebut derasnya arus air merusak jembatan penghubung utama antara Tembagapura dan Banti.

Warga lainnya, Daldonge Aroa, mengungkapkan luapan Sungai Agawogoung (Kali Kabur) membawa lumpur dan bebatuan yang memperparah kondisi di Kampung Waa dan Banti.

Memasuki Minggu (26/4), situasi belum membaik. Banjir susulan kembali terjadi di wilayah Banti.

Bob Magay menyampaikan debit air meningkat dan memperluas dampak kerusakan jembatan.

Sementara itu, Israel Wanimbo melaporkan longsor tambahan terjadi di kawasan Mile 74, jalur strategis di area operasional PT Freeport Indonesia. (mas)