BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Dari Pesisir Mimika ke Panggung Akademik Nasional, Abraham Kateyau Raih Gelar Doktor di Trisakti

12890
×

Dari Pesisir Mimika ke Panggung Akademik Nasional, Abraham Kateyau Raih Gelar Doktor di Trisakti

Share this article
Foto bersama Abraham Kateyau dan keluarga

Jakarta, fajarpapua.com — Aula megah Jakarta International Convention Center menjadi saksi perjalanan panjang seorang anak kampung dari pesisir Mimika. Dalam Sidang Terbuka Universitas Trisakti Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, Abraham Kateyau resmi menyandang gelar doktor hukum. Selasa (5/5)

Sidang yang mengusung tema “The New Generation of Entrepreneur” ini diikuti ribuan lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari diploma hingga doktoral. Dari seluruh peserta, tercatat 18 orang berhasil meraih gelar doktor di bidang hukum—dan salah satunya adalah putra asli Kamoro, Abraham Kateyau.

iklan

Kini, ia dikenal dengan nama lengkap Dr. Abraham Kateyau, S.E., M.H. Sebuah capaian yang tidak datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang yang penuh liku.

Lahir di Jayapura pada 13 April 1972, Bram—sapaan akrabnya—tumbuh di Kampung Keakwa, wilayah pesisir Mimika yang jauh dari akses pendidikan memadai. Masa kecilnya diwarnai keterbatasan, namun tidak memadamkan semangatnya untuk terus belajar.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD YPPK St. Bonaventura Keakwa, lalu berlanjut ke SMP YPPK Lecocq d’Armanville Kaokanao hingga lulus pada 1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA YPPK Adhi Luhur di Nabire. Di fase ini, keterbatasan ekonomi sempat menjadi penghalang, bahkan nyaris memutus langkah pendidikannya.

Namun kondisi itu tak membuatnya menyerah. Pada 1993, Bram sempat diterima di program D3 Olahraga FKIP Universitas Cenderawasih melalui jalur seleksi lokal siswa berprestasi. Pilihan itu kemudian ia tinggalkan karena merasa tidak sejalan dengan arah hidup yang ingin ia bangun.

Keputusan besar tersebut justru membuka jalan baru. Ia kemudian melanjutkan studi di STIE Ottow Geissler (kini Universitas Ottow Geissler Papua) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2001.

Seiring waktu, tekadnya untuk terus berkembang tak pernah surut. Dunia pendidikan menjadi jalur yang ia pilih untuk memperkuat kapasitas diri sekaligus memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat Papua, khususnya Mimika.

Pencapaian gelar doktor ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak asli Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis dan sosial, kisah Abraham menjadi bukti bahwa kesempatan bisa diraih dengan ketekunan dan keberanian mengambil keputusan.

Sidang terbuka ini juga mencerminkan tren meningkatnya minat pendidikan tinggi di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menunjukkan partisipasi pendidikan tinggi terus bertumbuh dalam satu dekade terakhir, termasuk dari wilayah timur Indonesia.

Bagi Abraham, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan. Ia melihat capaian ini sebagai pintu awal untuk berkontribusi lebih besar—baik dalam bidang hukum, pembangunan daerah, maupun pemberdayaan masyarakat adat.

Dari pesisir Keakwa hingga panggung akademik nasional, langkahnya kini menjadi inspirasi baru: bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana. (moa)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP