Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dinkes Mimika Perkuat Penanganan HIV dan TBC Lewat Layanan Terpadu OSS di Seluruh Faskes

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya penanganan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), melalui penguatan layanan terpadu One Stop Service (OSS) TBC-HIV di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs kepada media menegaskan TBC dan HIV merupakan dua persoalan kesehatan yang saling berkaitan erat sehingga penanganannya harus dilakukan secara terpadu.

Menurutnya, infeksi HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan sehingga meningkatkan risiko seseorang terinfeksi TBC.

Di sisi lain, TBC juga menjadi salah satu penyebab utama kematian pada Orang Dengan HIV (ODHIV).

“Infeksi HIV secara signifikan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko seseorang untuk terpapar TBC. Sebaliknya, TBC merupakan salah satu penyebab utama kematian pada Orang Dengan HIV. Oleh karena itu, pelayanan keduanya tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah,” ujar Godfried.

Melalui pendekatan OSS TBC-HIV, Dinkes Mimika berupaya menyederhanakan alur pelayanan kesehatan agar pasien dapat memperoleh layanan secara cepat, mudah, dan komprehensif dalam satu fasilitas kesehatan.

Dalam sistem layanan terpadu tersebut, pasien akan mendapatkan seluruh tahapan penanganan dalam satu alur pelayanan, mulai dari skrining dan diagnosis dini, pengobatan dan konseling, hingga proses rujukan serta administrasi dan pelaporan data pasien secara sistematis.

Godfried menjelaskan, efisiensi layanan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TBC dan HIV.

“Melalui OSS TBC-HIV, pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan komprehensif. Dengan akses yang tidak berbelit-belit, peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih tinggi,” katanya.

Ia berharap seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Mimika segera mengimplementasikan standar pelayanan OSS TBC-HIV di unit kerja masing-masing sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan TBC dan menekan angka kematian akibat komplikasi TBC-HIV di Kabupaten Mimika.

Dinas Kesehatan Mimika optimistis layanan satu pintu ini akan memperkuat pemantauan pasien sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Program OSS TBC-HIV juga diharapkan menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat penanganan penyakit menular di wilayah Papua Tengah. (mas)