Lewati ke konten utama

Konflik Kwamki Narama Berlanjut, Korban Tewas Bertambah Jadi 17 Orang

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
15.49 WIT2 menit baca491 dibaca
Kunjungan Ketua MRP Papua Tengah ke Distrik Kwamki Narama menemui kedua kubu beberapa waktu lalu.
Kunjungan Ketua MRP Papua Tengah ke Distrik Kwamki Narama menemui kedua kubu beberapa waktu lalu.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Konflik antar-kelompok masyarakat di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, antara kubu Dang dan Newegalen, dilaporkan masih terus berlangsung meski sebelumnya sempat dilakukan upaya perdamaian.

Hingga Kamis (18/6), jumlah korban meninggal dunia akibat konflik tersebut tercatat mencapai 17 orang. Dari jumlah itu, 10 korban berasal dari kubu Dang dan tujuh orang dari kubu Newegalen.

Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki mengatakan, konflik kembali pecah setelah proses perdamaian yang dilakukan beberapa waktu lalu. Saat itu, kedua kelompok kembali terlibat bentrokan yang menyebabkan seorang pendeta meninggal dunia.

“Setelah perdamaian, tiba-tiba ada korban lagi, seorang pendeta meninggal dunia. Akhirnya perang berlanjut lagi sampai sekarang dengan jumlah korban yang terus bertambah,” katanya, Kamis (18/6).

Yusak mengungkapkan, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak sebelumnya telah mendatangi kedua kubu untuk melakukan pendekatan damai. Namun, menurutnya, kubu Dang meminta waktu selama dua pekan dengan alasan ingin membalas hingga jumlah korban dari kedua pihak seimbang.

“Kemarin Ketua MRP datang untuk upaya perdamaian, tetapi kubu Dang meminta waktu dua minggu untuk membalas dulu. Tapi apakah itu betul, jangan sampai nanti justru ada tambahan korban lagi dari mereka,” ujarnya.

Pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Yusak, terus melakukan pendekatan kepada kedua kelompok yang bertikai. Mereka juga memberikan batas waktu hingga Sabtu mendatang agar konflik dapat dihentikan.

“Kepolisian dan pemerintah daerah memberikan waktu sampai Sabtu besok. Tidak bisa kita mengikuti kemauan mereka terus. Ketua MRP menyampaikan, jika sampai Senin depan konflik belum berhenti, maka kepolisian harus mengambil tindakan tegas,” pungkasnya. (ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.