Jayapura, fajarpapua.com - Pemerintah Kabupaten Mimika meraih dua penghargaan pada Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi se-Tanah Papua Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kota Jayapura, Papua, Senin (22/6/2026).
Dua penghargaan tersebut masing-masing Terbaik I Kategori Creative Financing tingkat kabupaten dan Terbaik I Kategori Penanggulangan dan Penurunan Kemiskinan tingkat kabupaten. Atas pencapaian itu, Pemda Mimika mendapat dana Rp 6 miliar, dimana masing-masing penghargaan memperoleh bantuan Rp 3 miliar.
Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah serta masyarakat Mimika yang telah memberikan dukungan.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja ke depan. Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Mimika atas dukungan yang diberikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan dan stunting tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga intervensi langsung di tingkat kampung.
Menurutnya, angka stunting di Kabupaten Mimika mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 angka stunting berada di kisaran 24 persen. Memasuki 2025 angka tersebut turun sekitar lima persen dan saat ini tersisa 11 persen.
"Penanganan stunting dilakukan melalui keterlibatan relawan di kampung, pemberian vitamin, makanan tambahan, serta pemeriksaan rutin setiap bulan. Program ini juga melibatkan PKK dan berjalan dengan baik," bebernya.
Selain itu, pada sektor keuangan daerah, Pemkab Mimika dinilai berhasil melakukan inovasi melalui penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika masih didominasi sektor pertambangan.
Namun, Pemkab Mimika terus berupaya meningkatkan kontribusi PAD melalui berbagai strategi kreatif, termasuk optimalisasi sumber pendapatan di luar sektor tambang.
"Kontribusi PAD yang sebelumnya sekitar tujuh persen kini meningkat menjadi sekitar 12 persen. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pengelolaan keuangan daerah," katanya.
Ia menambahkan, arah kebijakan keuangan daerah ke depan akan difokuskan pada program-program yang berpihak kepada masyarakat, seperti pembangunan rumah layak huni dan peningkatan kesejahteraan warga.
"Program yang kami jalankan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Itu yang menjadi prioritas utama," tandasnya.
Rettob juga mengungkapkan, dana penghargaan senilai Rp6 miliar yang diterima akan diarahkan untuk mendukung program perumahan rakyat dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Ya, dari Rp6 miliar yang kita terima ini nanti kita lihat untuk perumahan rakyat dan program yang berpihak kepada masyarakat," pungkasnya. Mimika.(tim)







