Jayapura, fajarpapua.com- Perum Bulog Kanwil Papua terus menyerap hasil pertanian lokal dengan membeli jagung pipilan dari petani melalui enam kantor cabang dan wilayah totalnya sebanyak 269,8 ton.
"Jagung dibeli dari petani dengan harga Rp6.400 per kilogram," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa.
Dikatakannya, jagung pipilan itu dibeli dari petani di berbagai wilayah kerja yakni Kantor Wilayah Papua sebanyak 137 ton, Kantor Cabang Nabire sebanyak 25 ton, Cabang Timika sebanyak 2,4 ton, Cabang Merauke sebanyak 19,7 ton, Cabang Manokwari 73,6 ton, Cabang Fak fak 11, 2 ton dan Cabang Sorong 450 ton.
Untuk menyimpang serapan hasil panen yang besar itu, Bulog Kanwil Papua sudah menyewa gudang yang memiliki kapasitas 5 ton untuk menampung jagung pipilan yang dibeli dari para petani di Kabupaten Jayapura dan Keerom.
Jagung pipilan yang dibeli itu, kata Ahmad Mustari, nantinya akan dijual kembali ke peternak sebagai pakan.
Namun pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Pertanian Papua agar mendapatkan izin dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait izin jual dan harga jual jagung pipilan .
"Kemungkinan harga SPHP jagung pipilan nantinya di bawah harga yang dibeli Bulog yakni Rp6.400/kilogram," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari.
Ia menegaskan, Bulog Papua sendiri siap menampung berapapun banyaknya jagung pipilan hasil petani.
Jagung pipilan yang dibeli itu yakni kadar airnya maksimal 14 persen dan bebas kontaminasi, kata Ahmad Mustari.(ant)










