Lewati ke konten utama

Pemkab Yakin Omzet Peserta Meningkat di Festival UMKM Mimika 2026

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.07 WIT3 menit baca84 dibaca
Foto bersama
Foto bersamaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yakin omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal meningkat pada pelaksanaan Festival UMKM Mimika 2026 dibanding tahun sebelumnya.

Pemkab Mimika menggelar Festival UMKM Mimika 2026 untuk mendorong peningkatan omzet sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi di Timika, Minggu, mengatakan Festival UMKM Mimika 2026 digelar di Timika pada 10-12 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional ke-10 sekaligus menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

"Melihat festival tahun lalu, ada yang omzetnya mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta, bahkan ada yang Rp15 juta. Mudah-mudahan kali ini omzetnya bisa naik, sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta untuk satu stan," kata Samuel.

Ia mengatakan para peserta festival merupakan UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta sejumlah organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam rumpun ekonomi Pemerintah Mimika. Festival itu akan diikuti 125 pelaku UMKM.

Saat ini terdapat lebih dari 3.000 UMKM Mimika yang telah terdaftar dalam sistem Online Data Sistem (ODS) Kementerian UMKM.

Festival itu menampilkan berbagai produk unggulan Mimika , mulai dari kerajinan noken, kopi, kuliner, aksesori hingga produk olahan lokal seperti tambelo.

Ia mencontohkan kelompok perajin Noken Nakia yang kini mampu mencatat omzet hingga sekitar Rp40 juta. Menurut Samuel, perkembangan tersebut menunjukkan potensi UMKM lokal yang semakin kuat apabila mendapat pembinaan dan akses pasar yang memadai.

"UMKM Mimika ini harus bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. Noken Mimika sudah ada yang sampai Jepang, Amerika, Filipina dan Singapura," ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda Mimika, PKK, YPMAK, Dinas Perindustrian serta PT Freeport Indonesia untuk memperkuat pengembangan UMKM.

Selain produk kerajinan, kata dia, sejumlah komoditas seperti kopi dan buah merah Mimika juga mulai menembus pasar nasional.

Samuel menambahkan festival kali ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi bagian dari upaya menunjukkan kemandirian ekonomi daerah.

"Mimika ini punya tambang, tetapi Mimika juga punya UMKM. Karena itu dalam momentum ulang tahun kemerdekaan ini kami tetap menyukseskan dan mengembangkan UMKM,"ujarnya

Untuk mendukung transaksi, Samuel mengatakan sebagian pelaku UMKM binaan telah menggunakan pembayaran digital melalui QRIS. Namun, transaksi tunai tetap disediakan selama pelaksanaan festival.

Festival UMKM Mimika 2026 juga akan dimeriahkan hiburan dari Tifa, sementara sejumlah perlombaan yang biasanya digelar tidak dilaksanakan tahun ini karena pemerintah daerah telah menyiapkan Festival UMKM yang lebih besar pada Oktober 2026 di Timika..

Samuel berharap kegiatan Oktober 2026 tersebut dapat menjadi momentum lebih besar untuk memperkenalkan produk UMKM Mimika. Pemerintah daerah juga berharap Menteri Koperasi dan Menteri UMKM serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dapat menghadiri kegiatan tersebut.(ant)