Timika, fajarpapua.com – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako menggelar aksi damai di halaman kantor DPRK Mimika, Kamis (13/8). Mereka mempersoalkan upah yang dinilai tidak sesuai selama puluhan tahun bekerja serta meminta adanya perbaikan dalam kepengurusan TKBM.
Dalam aksi tersebut, para buruh meminta DPRK Mimika memanggil seluruh pengurus TKBM untuk memberikan penjelasan terkait pengelolaan organisasi. Mereka juga meminta pergantian pengurus, terutama bendahara TKBM.
Massa aksi diterima langsung Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau, Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akas, serta sejumlah anggota DPRK Mimika.
Mewakili massa aksi, Herman Piwir mengatakan, pihaknya membawa sejumlah aspirasi buruh, terutama terkait pergantian bendahara, kenaikan tarif, BPJS, serta tunjangan hari raya (THR) yang dinilai tidak transparan setiap tahun.
"Kami minta bendahara turun dan diganti. Kami juga minta kejelasan kenaikan tarif dan BPJS. Sementara THR setiap tahun kami hanya menerima sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Pola kerjanya tidak baik," katanya.
Menurut dia, pembenahan perlu dilakukan terhadap kepengurusan TKBM, khususnya dalam pengelolaan keuangan.
"Pengurus harus diperbaiki, terutama bagian keuangan. Kami tidak takut diancam karena saya memperjuangkan hak saya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau mengatakan, pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan para buruh dan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan.
"Aspirasi kami terima. Terima kasih sudah menyampaikan aspirasi dengan baik dan damai. Kami akan panggil mereka dan dimintai keterangan," ujarnya.
Anggota DPRK Mimika Rampeyani Rachman menambahkan, persoalan yang disampaikan para buruh tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga perlu segera ditindaklanjuti.
Ia mengaku mengetahui persoalan tersebut karena berdomisili di wilayah dekat Pelabuhan Pomako. Sebagai anggota DPRK dari daerah pemilihan tersebut, ia memastikan akan memperjuangkan hak-hak para buruh TKBM.
"Saya akan bongkar kecurangan ini. Kami akan panggil mereka. Saya sudah mengetahui masalah ini sejak lama. Mereka seperti pengemis, padahal tenaga mereka yang digunakan. Ini tidak boleh didiamkan," tegasnya. (ron)














