Lewati ke konten utama

PLTMH Anggi Pegaf Raih Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026, Hemat Rp3,67 Miliar per Tahun

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.09 WIT3 menit baca41 dibaca
PLTMH Anggi meraih predikat 1st Runner-Up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Small Scale (On-Grid) di Manila, Filipina. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan sinergi Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan PLN dalam mendukung transisi energi serta menghadirkan listrik yang berkelanjutan di Tanah Papua.
PLTMH Anggi meraih predikat 1st Runner-Up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Small Scale (On-Grid) di Manila, Filipina. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan sinergi Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan PLN dalam mendukung transisi energi serta menghadirkan listrik yang berkelanjutan di Tanah Papua.Foto / Pemerintahan
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat ASEAN setelah meraih predikat 1st Runner-Up pada ajang ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Small Scale (On-Grid).

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak ASEAN Energy Awards 2026 di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026). Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan PT PLN (Persero) dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan di wilayah terpencil.

Bupati Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam menghadirkan layanan energi yang lebih baik bagi masyarakat.

“Saya mewakili masyarakat sangat bangga karena melalui PLTMH Anggi, nama Kabupaten Pegunungan Arfak kini turut dikenal dalam forum energi terbarukan tingkat ASEAN. Atas nama Pemerintah Kabupaten, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian ESDM dan tim PLN yang telah bekerja keras, cerdas, dan ikhlas mengoptimalkan PLTMH Anggi. Bagi kami, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama,” ujar Dominggus, Selasa (13/10/2026).

PLTMH Anggi 1 mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 7 Juni 2023 dengan kapasitas 150 kW. Pembangkit ini menggunakan skema run-of-river yang memanfaatkan aliran air sungai untuk menghasilkan energi listrik.

Dengan pipa pesat (penstock) sepanjang sekitar 570 meter dan turbin baling-baling tipe S-Tube, pembangkit ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aliran air di kawasan pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses.

Keandalan sistem kelistrikan kemudian diperkuat melalui penerapan hybrid synchronized system yang mengintegrasikan PLTMH Anggi dengan PLTD Imbay. Sistem tersebut didukung jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 137,33 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) 0,4 kV sepanjang 73,4 kms, serta 59 gardu distribusi dengan total kapasitas 1.620 kVA.

Melalui integrasi tersebut, masyarakat setempat telah menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh sejak Desember 2025.

Dominggus menegaskan, keberadaan infrastruktur kelistrikan yang andal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah terpencil Pegunungan Arfak.

“Pegunungan Arfak memang memiliki tantangan geografis berupa wilayah pegunungan dan akses transportasi yang tidak mudah. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan pelayanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, ketersediaan listrik membantu anak-anak belajar pada malam hari, mendukung pelayanan kesehatan, memperlancar komunikasi, serta membuka peluang usaha ekonomi produktif bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak berharap keberhasilan PLTMH Anggi dapat menjadi inspirasi bagi daerah terpencil lainnya, sekaligus mendorong pemerataan akses listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan akses energi, pengoperasian PLTMH Anggi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Pemanfaatan energi air tersebut mampu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil hingga 279.936 liter per tahun, setara dengan penghematan biaya operasional sekitar Rp3,67 miliar setiap tahun.

Dari sisi lingkungan, operasional pembangkit ini juga mampu menekan emisi karbon hingga 760,6 ton CO2 per tahun.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus mempercepat transisi energi di Tanah Papua.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bersama sekaligus wujud nyata keberhasilan kolaborasi antara Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan PLN. Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengakselerasi transisi energi di Tanah Papua,” ujar Roberth.

Ia menambahkan, keberhasilan PLTMH Anggi menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat menjadi solusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung target Net Zero Emissions di Indonesia.

Prestasi PLTMH Anggi di ajang ASEAN Energy Awards 2026 sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mengembangkan energi bersih dan memperluas pemerataan akses listrik, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil Papua. (Humas PLN)