Lewati ke konten utama

Bakar Sejumlah Fasilitas Perusahaan, OPM Klaim Tembak Sejumlah Pekerja Jalan di Tambrauw

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.42 WIT2 menit baca195 dibaca
Camp dan sejumlah fasilitas perusahaan yang dibakar OPM
Camp dan sejumlah fasilitas perusahaan yang dibakar OPMFoto / Pemerintahan
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Kodap XXXIII Rumana Tambrauw mengklaim bertanggung jawab atas dua aksi penyerangan bersenjata yang terjadi di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada 4-5 November 2026.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom pada Jumat (6/11/2026) mengatakan, kelompok tersebut telah menembak enam orang dalam dua insiden berbeda.

Dikatakan, peristiwa itu diketahui dari laporan Panglima TPNPB KODAP XXXIII Rumana Tambrauw, Brigjen Vincent Frabuku, bersama Wakil Panglima Letkol Leonardo Suvi, Komandan Operasi Marten Faan, dan Mayor Arnoldus Jansen Kocu.

Dalam laporan Vincent disebutkan, penyerangan pertama terjadi di Kampung Sikor, Distrik Faf, Kabupaten Tambrauw, pada Rabu (4/11/2026) siang.

TPNPB mengklaim menembak dua orang yang mereka sebut sebagai anggota militer Indonesia dan dua agen intelijen yang bekerja sebagai karyawan dalam proyek pembangunan jalan.

Selain itu, kelompok tersebut mengaku membakar sejumlah fasilitas dan kendaraan milik perusahaan, diantaranya basecamp, sepeda motor, satu unit mobil Toyota Hilux berwarna putih, truk, serta ekskavator.

Setelah aksi pertama, pasukan TPNPB bersiaga di Kampung Imor, Distrik Vep.

Selanjutnya, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIT, kelompok separatis Papua itu mengklaim melakukan penembakan terhadap iring-iringan kendaraan yang membawa personel militer dan Brimob.

Dalam insiden kedua itu, Sebby menyebut dua anggota Brimob tertembak. Sekedar diketahui, klaim serupa sering dikeluarkan OPM meskipun fakta lapangan berbanding terbalik dengan kejadian sebenarnya.

Dengan demikian, TPNPB menyatakan total enam orang menjadi korban dalam rangkaian operasi yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Sementara itu, Wakil Panglima TPNPB KODAP XXXIII Rumana Tambrauw, Letkol Leonardo Suvi, mengeluarkan peringatan kepada warga sipil yang menyamar sebagai Banpol di sejumlah wilayah Kabupaten Tambrauw.

Ia menuding kelompok tersebut memberikan informasi mengenai keberadaan pasukan TPNPB kepada aparat keamanan.

Selain itu, ia mengeluarkan ultimatum kepada warga pendatang asal berbagai daerah di Indonesia yang tinggal dan bekerja di wilayah operasi OPM.

Mereka meminta warga pendatang, termasuk guru, tenaga kesehatan, pengemudi ojek, sopir taksi, dan pekerja bangunan, segera meninggalkan wilayah tersebut.(red)