Lewati ke konten utama

Apresiasi Satgas Ops Damai Cartenz Bekuk Penembak di Area Freeport, Albert Modouw Ajak Generasi Muda Papua Tolak Kekerasan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.51 WIT3 menit baca56 dibaca
Ketua Forum Komunikasi Nusantara, Albert A. Modouw, SH
Ketua Forum Komunikasi Nusantara, Albert A. Modouw, SHFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Ketua Forum Komunikasi Nusantara, Albert A. Modouw, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama menjaga keamanan, menolak kekerasan, serta mengedepankan perdamaian demi masa depan Tanah Papua.

Ajakan tersebut disampaikan Albert di Kota Jayapura, Jumat (30/10/2026), menyusul keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Kepolisian mengamankan seorang daftar pencarian orang (DPO) yang diduga terlibat dalam kasus penembakan karyawan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika.

Albert menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan atas upaya penegakan hukum tersebut. Namun, menurutnya, menjaga Papua tetap aman dan damai bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Secara khusus, ia mengingatkan generasi muda Papua agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan ataupun mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak masa depan.

Menurut Albert, energi, potensi, dan semangat anak muda harus diarahkan pada pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kegiatan produktif, serta berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kepada generasi muda Papua, mari kita mengedepankan perdamaian dan menjaga persaudaraan. Jangan menjadikan kekerasan sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan. Masa depan Papua berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat membangun, menjaga persatuan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," tegasnya.

Ia menilai situasi keamanan yang kondusif memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk bersekolah, para pekerja membutuhkan ketenangan dalam menjalankan aktivitas, sementara dunia usaha membutuhkan kepastian keamanan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Karena itu, Albert mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari penyebaran kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

Ia juga menyatakan, setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum, komunikasi, dan dialog, bukan melalui tindakan kekerasan yang dapat mengancam keselamatan serta merugikan masyarakat luas.

Terkait pengamanan DPO kasus penembakan karyawan PT Freeport Indonesia di Mimika, Albert kembali menyatakan dukungannya terhadap langkah Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Kepolisian dalam mengungkap perkara tersebut.

Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan transparan dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia serta ketentuan perundang-undangan.

"Papua adalah rumah kita bersama. Jangan sampai perbedaan dan persoalan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita harus saling menghormati, menjaga persatuan, dan mengutamakan kedamaian," ujarnya.

Albert berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga pemerintah, dapat mengambil bagian dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis.

Menurutnya, perdamaian bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi juga terciptanya kesempatan bagi masyarakat untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, bekerja, serta membangun masa depan tanpa rasa takut.

"Mari kita bersama-sama menjaga Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dan pembangunan, bukan menjadi korban maupun pelaku kekerasan," pungkasnya.(CR)