Lewati ke konten utama

100 Purna Paskibraka dan Duta Pancasila Mimika Dibekali Pemahaman Bahaya NAPZA

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.06 WIT2 menit baca56 dibaca
pembinaan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan ketahanan diri terhadap bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
pembinaan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan ketahanan diri terhadap bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 100 Purna Paskibraka dan Duta Pancasila di Kabupaten Mimika mengikuti pembinaan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan ketahanan diri terhadap bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika tersebut berlangsung di Hotel Kanguru, Timika, Kamis (29/10).

Pembinaan ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu melindungi diri dari pengaruh narkoba sekaligus menjadi pelopor pencegahan di lingkungan masing-masing.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, menegaskan generasi muda merupakan aset bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba perlu diantisipasi melalui peningkatan pengetahuan, pembentukan karakter, serta penguatan ketahanan diri generasi muda.

“Di pundak kalianlah keberlanjutan pembangunan dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 digantungkan. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa saat ini generasi muda sedang menghadapi ancaman nyata berupa peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak karakter, menghancurkan masa depan, mengganggu keharmonisan keluarga, hingga mengancam ketahanan nasional.

Karena itu, Petrus mengajak para peserta untuk berani menolak narkoba, tidak mencoba-coba karena rasa penasaran, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif, kreatif, inovatif, dan berprestasi.

Ia juga berharap Purna Paskibraka dan Duta Pancasila mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pemahaman mengenai bahaya narkoba kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Subbidang Kesbangpol Mimika, Lodefikus Kaize, mengatakan pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan NAPZA.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.

Dalam pembinaan tersebut, peserta menerima materi dari narasumber Polres Mimika mengenai dampak dan bahaya NAPZA bagi generasi muda.

Materi lainnya disampaikan akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Kabupaten Mimika yang membahas dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kualitas sumber daya manusia.

Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah dan diskusi agar peserta dapat memahami materi sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kesbangpol Mimika berharap, melalui pembinaan terhadap 100 Purna Paskibraka dan Duta Pancasila ini, semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba serta berperan aktif membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA. (red)