Timika, fajarpapua.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-73, Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPU Kabupaten Mimika menggelar kegiatan berbagi kasih dan doa bersama anak-anak yatim piatu di LKSA Panti Asuhan Laskar Pelangi, Kabupaten Mimika, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus kepedulian sosial keluarga besar KPU Kabupaten Mimika terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang.
Dalam kesempatan itu, keluarga besar KPU Mimika menyerahkan santunan kepada anak-anak panti asuhan, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud kebersamaan, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Mimika, Dr. Gusti Tutupahar, SH,MH mengatakan peringatan hari lahir KPU tidak semestinya hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah kelembagaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial.
“Melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini, kami ingin menunjukkan bahwa KPU tidak hanya hadir di tengah masyarakat dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap sesama. Demokrasi yang kuat harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan solidaritas sosial,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Gusti juga memberikan pesan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tidak pernah merasa sendiri dalam menjalani kehidupan dan tetap memiliki harapan besar untuk masa depan.
“Adik-adik tidak sendiri. Kami semua turut merasakan apa yang adik-adik rasakan dan hari ini kami hadir untuk adik-adik semua. Jangan pernah merasa kecil hati atau kehilangan harapan. Keadaan hari ini bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Ia mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Namun, menurutnya, setiap impian harus disertai usaha, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar.
“Silakan bermimpi setinggi-tingginya tentang cita-cita dan masa depan kalian. Namun, mimpi harus diperjuangkan dengan tekun belajar, disiplin, hidup mandiri, menghormati sesama, serta patuh terhadap aturan dan nasihat para pengasuh di yayasan,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kesungguhan, doa, kerja keras, dan semangat belajar, anak-anak panti asuhan kelak mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Insyaallah, dengan kesungguhan, doa, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, adik-adik akan mampu menggapai harapan dan cita-cita luhur. Bahkan, suatu saat nanti, di antara kalian bisa menjadi pemimpin, pejabat, akademisi, pengusaha, maupun orang-orang hebat yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Menjadi pemimpin bukanlah sesuatu yang mustahil. Setiap orang memiliki kesempatan untuk meraihnya,” tambahnya.
Menurutnya, masa depan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh keadaan dan latar belakang keluarga. Kemauan untuk belajar, membangun karakter, menjaga integritas, serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan.
MENELUSURI SEJARAH 73 TAHUN KPU
Komisi Pemilihan Umum memiliki perjalanan sejarah panjang dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Tonggak awal kelembagaan penyelenggara pemilu dimulai pada 7 November 1953 melalui pembentukan Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 1955, yang menjadi pemilihan umum nasional pertama di Indonesia.
Dalam perkembangannya, kelembagaan penyelenggara pemilu mengalami perubahan menjadi Lembaga Pemilihan Umum (LPU) pada 1970.
Memasuki era Reformasi 1998, tuntutan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu yang independen, profesional, dan bebas dari intervensi kekuasaan semakin menguat.
Sebagai tindak lanjut, Komisi Pemilihan Umum dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1999. Selanjutnya, Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 menegaskan pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.
Perjalanan panjang tersebut menjadi pengingat besarnya tanggung jawab KPU dalam menjaga kedaulatan rakyat serta memastikan demokrasi berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.
KPU HADIR UNTUK DEMOKRASI DAN KEMANUSIAAN
Melalui kegiatan berbagi kasih dan doa bersama ini, KPU Kabupaten Mimika berharap dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak yatim piatu agar terus belajar, berani bermimpi, dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
KPU Mimika juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan para pengasuh LKSA Panti Asuhan Laskar Pelangi atas dedikasi, kesabaran, serta ketulusan dalam merawat, membimbing, dan mendampingi anak-anak.
Momentum Harlah ke-73 ini menjadi pengingat bahwa pengabdian KPU tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan demokrasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Semangat demokrasi dan nilai-nilai kemanusiaan diharapkan terus berjalan beriringan demi membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. (sam)









