Lewati ke konten utama

Dinkes Mimika temukan 326 kasus baru HIV-AIDS, Terbanyak Kelompok Usia Remaja

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.06 WIT3 menit baca272 dibaca
Kepala Dinas Kesehatan Mimika Marselino Mameyao
Kepala Dinas Kesehatan Mimika Marselino MameyaoFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Dinas Kesehatan Mimika, Provinsi Papua Tengah, mencatat penemuan kasus baru HIV-AIDS di wilayah itu mencapai 326 kasus periode Januari-September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika Marselino Mameyao di Timika, Kamis, mengatakan kelompok usia produktif menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap penularan penyakit HIV-AIDS.

"Pengaruh lingkungan dan pergaulan ini membuat kasus ini cukup tinggi di kalangan usia produktif, ujarnya.

Ia mengatakan kondisi ini menunjukkan kelompok usia produktif, khususnya remaja dan pemuda, perlu mendapatkan perhatian lebih serius melalui edukasi, promosi kesehatan, pemeriksaan HIV, dan pendekatan pencegahan yang sesuai dengan karakteristik generasi muda.

Sebanyak 326 kasus baru HIV-AIDS terdiri dari 183 kasus infeksi HIV tidak bergejala dan 143 kasus AIDS bergejala.

Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 172 kasus terjadi pada laki-laki dan 154 kasus pada perempuan. Sementara berdasarkan kelompok usia, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia 20–24 tahun sebanyak 83 kasus, diikuti kelompok usia 25–29 tahun sebanyak 65 kasus.

Target pelayanan pemeriksaan HIV tahun 2026 ditetapkan sebanyak 39.944 orang.Sampai dengan September 2026 jumlah kunjungan dan pemeriksaan HIV telah mencapai 55.096 orang atau sekitar 137,9 persen dari target.

"Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 326 orang positif HIV. Dari jumlah tersebut baru 267 orang atau sekitar 81,9 persen yang tercatat telah mendapatkan pengobatan ARV, sementara 59 orang lainnya belum tercatat menerima ARV," ujarnya.

Ia mengatakan hal ini menjadi perhatian penting agar penemuan kasus dapat diikuti dengan percepatan inisiasi pengobatan, pendampingan, dan pemantauan kepatuhan terapi

Dalam pelaksanaan Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), kata dia, dari target 6.288 ibu hamil, sebanyak 5.454 ibu hamil telah menjalani pemeriksaan HIV. Hasil pemeriksaan menemukan 28 ibu hamil dengan HIV positif dan 24 orang diantaranya telah menerima ARV. Selain itu tercatat satu bayi HIV positif.

Sementara itu pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada ibu hamil telah menjangkau 5.515 orang, dengan 258 ibu hamil ditemukan mengalami IMS dan 229 orang telah mendapatkan pengobatan.

Program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Kabupaten Mimika terus dilaksanakan melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Mimika periode Januari sampai September 2026, HIV-AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan secara berkelanjutan.

Dari sisi ketersediaan layanan, Mimika telah memiliki jaringan pelayanan HIV-AIDS dan IMS yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Tercatat sebanyak 35 fasilitas menyediakan layanan Konseling dan Tes HIV (KT-HIV), 18 fasilitas menyediakan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

"Ketersediaan jaringan layanan ini menjadi modal penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan pengobatan HIV-AIDS dan IMS, termasuk di wilayah pesisir dan pedalaman," ujarnya

Berdasarkan perkembangan epidemi HIV-AIDS sejak tahun 1996 hingga September 2026, jumlah kasus kumulatif di Kabupaten Mimika telah mencapai 8.736 kasus. Pada tahun 2025 penemuan kasus HIV-AIDS tercatat sebanyak 489 kasus, dengan jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) yang telah mendapatkan dan menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) atau On ARV sebanyak 397 orang.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.