Timika, fajarpapua.com – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika dipastikan berlokasi di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika telah menyiapkan lahan seluas 8,5 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Kepastian lokasi ini disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, Rabu (4/11) kemarin.
Hasan mengatakan, lahan yang disiapkan merupakan aset milik pemerintah daerah dan telah memiliki sertifikat, sehingga tidak ada persoalan terkait status kepemilikannya.
"Kalau mau melihat bisa ke sana untuk melihatnya. Tanah itu milik Pemda dan bersertifikat, sudah tidak ada masalah," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Mimika juga telah mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung persiapan lahan, mulai dari pembersihan, penimbunan hingga pengurusan berbagai dokumen yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
Menurutnya, seluruh tahapan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebelum proses pembangunan fisik dimulai.
"Saya sudah usulkan di APBD Perubahan 2026 dan mereka sudah tetapkan. Ini yang kami gunakan untuk melakukan pembersihan lahan, timbunan lahan dan juga untuk mengurus hal-hal lain yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Karena itu dari pusat dibebankan kepada daerah," jelasnya.
Setelah seluruh persiapan lahan dan persyaratan lingkungan hidup diselesaikan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat selanjutnya akan ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Nanti dari Kementerian PU yang akan datang membangun sekolah itu. Pembangunan sekolah sudah tidak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tegas Hasan.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika masih menempati bangunan Rumah Susun Wisma Atlet di kawasan kompleks olahraga bekas PON XX Papua, Jalan Poros SP2, Kelurahan Timika Jaya.
Sekolah tersebut saat ini membina sebanyak 58 siswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika.
Untuk mendukung kegiatan belajar dan pembinaan siswa, terdapat 10 tenaga pendidik, empat wali asrama, serta 12 wali asuh. Selain itu, sekolah juga didukung 13 tenaga staf yang bertugas sebagai juru masak, petugas kebersihan dan keamanan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Di Kabupaten Mimika, Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 mulai beroperasi sejak 10 Oktober 2025 dan dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Dengan disiapkannya lahan seluas 8,5 hektare di Distrik Iwaka, pembangunan gedung permanen sekolah ini diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga para siswa nantinya bisa mengikuti kegiatan pendidikan dan pembinaan dalam fasilitas yang lebih representatif. (red)









