Timika, fajarpapua.com – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika segera memberikan kepastian terkait pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya, proses yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut hingga kini belum menunjukkan kejelasan waktu pelaksanaan.
Desakan itu disampaikan saat sekitar 15 orang massa APA mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika, Selasa (3/11).
Dalam aksi spontan tersebut, massa mempertanyakan sejauh mana perkembangan pengusulan formasi CPNS serta alasan belum dilaksanakannya tahapan penerimaan di Kabupaten Mimika.
Ketua APA, Helois Kemong, mengatakan pihaknya sebelumnya telah menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Jakarta. Dari pertemuan tersebut, pihaknya memperoleh informasi bahwa usulan penerimaan CPNS telah diakomodasi.
Namun, menurutnya, masih terdapat kendala dalam proses tindak lanjut di daerah sehingga pelaksanaan penerimaan belum juga terealisasi.
"Yang kami lakukan itu aksi spontan, agar BKPSDM bisa segera melaksanakan dengan cepat. Karena kita sudah menunggu lama, sehingga mau sampai kapan kami menunggu. Jika sampai 2027 tidak juga dilaksanakan maka kami akan lakukan aksi besar-besaran," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Mimika, Hermalina Wilhelmina Imbiri, menjelaskan bahwa proses pengusulan formasi CPNS saat ini masih menunggu tindak lanjut dan keputusan dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah mengupayakan sejumlah tahapan administrasi. Dokumen persyaratan juga telah disampaikan kepada kementerian terkait, tetapi masih membutuhkan proses verifikasi dan kepastian lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Dalam dialog tersebut, APA berharap BKPSDM dan Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penerimaan CPNS tidak terus tertunda.
Mereka juga meminta adanya keterbukaan informasi mengenai perkembangan pengusulan formasi, tahapan seleksi hingga perkiraan waktu pelaksanaan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut sempat diwarnai sedikit keributan di dalam kantor BKPSDM. Namun, personel Polsek Kuala Kencana bersama Satuan Samapta Polres Mimika melakukan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan humanis agar situasi tetap kondusif.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala BKPSDM Mimika, massa APA akhirnya membubarkan diri dengan aman dan tertib.
Desakan APA ini menjadi pengingat bahwa kepastian penerimaan CPNS bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat Mimika untuk memperoleh kesempatan mengabdi sebagai aparatur sipil negara. (ron)














