Lewati ke konten utama

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Permudah Integrasi Data dan Percepat Pengambilan Kebijakan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.05 WIT3 menit baca213 dibaca
Staf Ahli Bupati Mimika, Yohana Paliling saat membuka kegiatan launching aplikasi MAITUA di Hotel Grand Tembaga.
Staf Ahli Bupati Mimika, Yohana Paliling saat membuka kegiatan launching aplikasi MAITUA di Hotel Grand Tembaga.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui peluncuran aplikasi Mimika Integrasi Satu Data (MAITUA), Selasa (3/11).

Aplikasi yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika ini diharapkan memberikan kemudahan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengintegrasikan, mengelola, memperbarui, serta memanfaatkan data pemerintahan dalam satu sistem terpadu.

Peluncuran MAITUA berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Mimika, Papua Tengah, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Forum Satu Data Kabupaten Mimika Tahun 2026.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Yohana Paliling, membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda lainnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan kebutuhan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui MAITUA, Pemkab Mimika ingin memastikan data dari berbagai OPD dapat terhubung dan dimanfaatkan secara bersama. Dengan demikian, perbedaan data antarinstansi yang selama ini berpotensi menghambat perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan dapat diminimalkan.

MAITUA Berikan Kemudahan dan Efisiensi Pengelolaan Data

Kehadiran aplikasi MAITUA diharapkan memberikan sejumlah manfaat bagi pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi pemerintahan.

Pertama, mempermudah integrasi data antar-OPD sehingga informasi yang sebelumnya dikelola secara terpisah dapat dihimpun dalam satu sistem terpadu.

Kedua, mengurangi potensi perbedaan data antarperangkat daerah. Keseragaman data menjadi penting agar setiap kebijakan dan program pembangunan mengacu pada informasi yang sama.

Ketiga, meningkatkan efisiensi akses dan pengelolaan informasi. OPD diharapkan lebih mudah memanfaatkan data yang tersedia untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan pemerintahan.

Keempat, membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan. Data yang berkualitas dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun program, hingga mengevaluasi hasil pembangunan.

Kelima, memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan melalui pengelolaan data yang lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan Satu Data tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi dan teknologi. Komitmen seluruh OPD dalam menghasilkan, memperbarui, dan menyampaikan data secara tepat waktu menjadi faktor penentu.

Seluruh OPD Diminta Aktif Memperbarui Data

Dalam pelaksanaannya, Forum Satu Data Kabupaten Mimika diharapkan menjadi ruang koordinasi antara pembina data, wali data, wali data pendukung, dan produsen data.

Seluruh perangkat daerah didorong menyepakati kebutuhan data prioritas, menerapkan standar data dan metadata, serta menggunakan kode referensi dan data induk sesuai prinsip Satu Data Indonesia.

Diskominfo Mimika juga diharapkan terus memberikan pendampingan teknis, mengoordinasikan proses integrasi, serta melakukan pemantauan terhadap pengelolaan data di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas statistik sektoral bersama perangkat daerah terkait.

Bupati menegaskan, data pemerintah tidak boleh hanya menjadi kumpulan angka atau dokumen administrasi. Lebih dari itu, data harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengukur kinerja pemerintahan, serta menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Peluncuran MAITUA sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika mempercepat transformasi digital pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dengan penerapan aplikasi ini secara optimal dan berkelanjutan, Pemkab Mimika berharap pengelolaan data pemerintahan semakin terintegrasi, proses pengambilan kebijakan lebih tepat sasaran, dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.

Pada akhirnya, manfaat MAITUA tidak hanya dirasakan oleh pemerintah melalui kemudahan pengelolaan data, tetapi juga oleh masyarakat melalui kebijakan dan program pembangunan yang lebih terukur, tepat sasaran, serta berdasarkan kebutuhan riil di Kabupaten Mimika.(red)