Timika, fajarpapua.com – Kualitas udara di Kabupaten Mimika yang kini berangsur pulih setelah sebelumnya terdampak polusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mendorong orang tua siswa meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah seperti biasa.
Para orang tua menilai kondisi udara saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. Polusi asap yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah Mimika juga dilaporkan telah menurun drastis sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan anak-anak di luar rumah, mulai dapat dilakukan dengan lebih leluasa.
Mereka berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika segera mengambil langkah untuk memastikan kegiatan pendidikan kembali berjalan normal, mengingat anak-anak sudah cukup lama tidak mengikuti pembelajaran tatap muka secara rutin.
Salah seorang orang tua siswa, Anastasia, yang anaknya saat ini duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD), mengaku mulai khawatir dengan kondisi pendidikan anaknya apabila kegiatan belajar mengajar terus diliburkan.
Menurutnya, siswa kelas VI membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup untuk menghadapi ujian akhir sekolah serta menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.
Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dapat mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang mulai membaik dan segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan aktivitas sekolah.
Anastasia mengatakan, anaknya akan segera menamatkan pendidikan SD tahun depan sehingga waktu belajar yang tersisa perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Ia tidak ingin masa persiapan menghadapi ujian akhir sekolah justru terganggu akibat terlalu lama tidak mengikuti pembelajaran secara normal.
Selain Anastasia, sejumlah orang tua siswa juga menyampaikan keluhan serupa melalui komentar di media sosial Facebook.
"Kapan anak-anak masuk sekolah? Sekarang udara sudah bersih, mau libur lama-lama untuk apa," tulis akun YD.
Sejumlah orang tua lainnya turut menanggapi dengan harapan agar pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan peliburan sekolah dan mengaktifkan kembali KBM.
Kualitas Udara Nasional Masih Bervariasi
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari stasiun pemantauan nasional Kementerian Lingkungan Hidup pada 1 hingga 2 November 2026, kualitas udara di sejumlah daerah Indonesia menunjukkan kondisi yang bervariasi.
Beberapa daerah di Indonesia tercatat memiliki kualitas udara kategori baik. Di antaranya Manokwari, Papua Barat, dengan ISPU 11, Ternate 33, Malang 16, serta Kota Mojokerto 35.
Namun, sejumlah wilayah lainnya masih mengalami pencemaran udara. Palangkaraya tercatat berada pada kategori berbahaya dengan ISPU 506, Kabupaten Kapuas 207 atau sangat tidak sehat, sementara Indragiri Hilir mencapai 118 atau kategori tidak sehat.
Adapun sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, Pontianak dan beberapa daerah lainnya masih berada pada kategori sedang.
Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara di Indonesia belum sepenuhnya seragam. Meski demikian, sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Papua Barat dan sebagian wilayah Indonesia timur, menunjukkan kualitas udara yang relatif baik.(red)














