Lewati ke konten utama

DLH Mimika Hanya Miliki 20 Armada Pengangkut, Warga Diminta Tertib Buang Sampah

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.30 WIT3 menit baca0 dibaca
Nampak aktivitas pengangkutan sampah disalah satu tempat pembuangan sementara oleh petugas DLH Mimika.
Nampak aktivitas pengangkutan sampah disalah satu tempat pembuangan sementara oleh petugas DLH Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat ini hanya memiliki 20 armada pengangkut sampah untuk melayani kebutuhan persampahan di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.

Jumlah tersebut dinilai masih kurang, seiring bertambahnya wilayah pelayanan dan meningkatnya volume sampah setiap hari.

Kondisi ini membuat DLH Mimika mengimbau masyarakat agar lebih tertib membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Kepala DLH Mimika, Jefri Deda, mengatakan 20 armada yang tersedia terdiri dari 12 dump truck dan delapan truk amrol.

Selain jumlahnya terbatas, sebagian besar kendaraan tersebut juga sudah berusia cukup tua.

"Jumlah ini masih kurang karena wilayah angkutan sampah semakin bertambah. Armada ini juga rata-rata berusia 10 sampai 15 tahun sehingga perlu ada peremajaan dengan menambah lagi armada angkutan yang baru," kata Jefri.

Ia menjelaskan, saat ini DLH Mimika menangani 12 jalur pelayanan pengangkutan sampah di dalam Kota Timika, mulai dari SP 1 Distrik Wania hingga SP 3 Distrik Kuala Kencana.

Sementara itu, permintaan pelayanan di wilayah pinggiran Kota Timika terus meningkat.

Beberapa wilayah yang membutuhkan jangkauan pelayanan antara lain Distrik Kwamki Narama, Distrik Iwaka dan Distrik Mimika Timur.

Menurutnya, bertambahnya wilayah pelayanan dengan jarak pengangkutan yang cukup jauh membutuhkan dukungan armada baru agar pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal.

Di tengah keterbatasan tersebut, Jefri meminta masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah sesuai tempat dan jadwal yang telah ditentukan.

"Kesadaran untuk tertib membuang sampah pada tempatnya juga sangat penting. Kami dari pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu tertib membuang sampah," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya, terutama sampah plastik dan sampah sisa makanan.

Sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat disalurkan atau dijual melalui bank sampah yang tersedia di lingkungan kelurahan dan distrik.

"Sampah harus dipilah dulu, sampah plastik sendiri, sampah makanan sendiri. Sampah plastik yang telah dipilah dapat dijual di bank sampah yang ada di lingkungan kelurahan dan distrik masing-masing. Karena sampah yang tidak terpakai sama sekali itu yang kami angkut dan buang ke TPA," jelasnya.

Jefri menyebutkan, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Mimika saat ini mencapai 90 hingga 95 ton per hari. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan sampah plastik.

Bahkan, pada momentum hari raya besar keagamaan, volume sampah dapat meningkat hingga 100 ton per hari.

Dengan keterbatasan 20 armada tersebut, DLH Mimika berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mengelola sampah demi menjaga kebersihan Kota Timika. (an)