Timika, fajarpapua.com – Waktu pelaksanaan APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 hanya tersisa sekitar dua bulan.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pun diminta bergerak cepat atau gaspol mempercepat realisasi program dan kegiatan agar target penyerapan anggaran sebesar 90 persen dapat tercapai hingga akhir tahun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Septinus Timang, menyatakan optimistis target tersebut masih realistis untuk diwujudkan. Namun, diperlukan komitmen kuat dari seluruh pimpinan OPD untuk menuntaskan program yang telah dianggarkan.
Optimisme tersebut disampaikan di tengah realisasi keuangan APBD Mimika hingga September 2026 yang baru mencapai sekitar 48 persen. Sementara itu, realisasi fisik tercatat sekitar 52 persen.
Septinus menjelaskan, lambatnya penyerapan anggaran dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya perubahan struktur birokrasi. Sebagian besar kepala OPD baru dilantik pada pertengahan Maret 2026 sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan program, mekanisme kerja, serta ketentuan pengelolaan anggaran.
Selain itu, perubahan kondisi ekonomi global turut berdampak terhadap harga barang dan jasa. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH).
Faktor lainnya adalah kehati-hatian pejabat dalam mengambil keputusan yang turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah kegiatan di lingkungan OPD.
Meski demikian, Septinus menegaskan percepatan penyerapan anggaran harus tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak boleh sekadar mengejar angka realisasi tanpa mempertimbangkan progres pekerjaan yang sebenarnya di lapangan.
Pembayaran kepada pihak ketiga harus disesuaikan dengan hasil pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan. Dengan demikian, percepatan anggaran tetap berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.
Untuk itu, seluruh pimpinan OPD diminta segera mengevaluasi kegiatan masing-masing, menuntaskan pekerjaan yang sedang berjalan, serta mempercepat proses administrasi pembayaran.
Jangan sampai pekerjaan maupun proses administrasi justru menumpuk menjelang berakhirnya tahun anggaran.
Pemkab Mimika menargetkan proses permintaan pembayaran dapat dikunci pada 20 Desember 2026.
Dengan waktu yang semakin terbatas, Bappeda berharap seluruh OPD dapat meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi agar program pembangunan tidak terhambat.
Septinus tetap optimistis target realisasi APBD sebesar 90 persen dapat tercapai hingga akhir 2026. Harapannya, percepatan penyerapan anggaran tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mimika. (red)









