Jayapura, fajarpapua.com – Gerak cepat tim gabungan kepolisian berhasil mengungkap kasus dugaan perampasan senjata api milik anggota Polri di Kota Jayapura, Papua. Seorang pria berinisial BW (20) ditangkap di kawasan Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (6/11).
Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga berhasil menemukan kembali satu pucuk pistol jenis Sig Sauer lengkap dengan satu magazen dan lima butir amunisi kaliber 9 milimeter yang sebelumnya hilang setelah anggota Polri mengalami kecelakaan lalu lintas.
BW diduga mengambil senjata api milik Bripda Edo Bagas Ferdiansyah, anggota Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Papua, saat korban mengalami kecelakaan di pertigaan Gapura Uncen Atas, Perumnas III Waena, Rabu (4/11) sekitar pukul 08.30 WIT.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen melalui Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Dr. Alamsyah Ali menjelaskan, pelaku diduga memanfaatkan situasi ketika korban mengalami kecelakaan.
Saat itu, pelaku mendekati korban dengan berpura-pura hendak memberikan pertolongan. Namun, di tengah situasi tersebut, pelaku diduga mengambil pistol milik korban dan meninggalkan lokasi.
"Setelah menerima informasi dan melakukan pengembangan penyelidikan, tim gabungan berhasil melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya diamankan bersama seorang rekannya di Pantai Hamadi," jelas AKP Alamsyah.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polresta Jayapura Kota, Jatanras Polda Papua, Satgas ODC dan Opsnal Cycloop kemudian melakukan pengembangan berdasarkan pengakuan awal pelaku.
BW mengakui telah mengambil senjata api tersebut dan menyembunyikannya di sebuah pondok kebun di Kampung Suna, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi penyimpanan dan berhasil menemukan pistol Sig Sauer bernomor seri 58C 154500, satu magazen serta lima butir amunisi kaliber 9 mm.
Senjata api tersebut ditemukan di bawah tangga pondok, tepatnya di dalam sebuah ceret aluminium yang dibungkus menggunakan karung plastik.
Sempat Ditawarkan Rp 15 Juta
Fakta lain yang terungkap dalam pengembangan kasus ini adalah adanya dugaan rencana penjualan senjata api tersebut kepada pihak lain.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pistol milik anggota Polri itu diduga sempat ditawarkan dengan harga Rp15 juta.
Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali menegaskan, penyidik masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rencana transaksi tersebut.
"Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan rencana penjualan senjata api tersebut. Kami akan melakukan pemeriksaan secara profesional dan mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah terdapat pihak lain yang terlibat," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Heram Iptu F. Andri Rihulay menjelaskan, pihaknya turut menangani dan mengembangkan kasus tersebut karena peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menjadi awal kejadian berlangsung di wilayah hukum Polsek Heram.
Menurutnya, kasus ini mulai didalami setelah petugas mengetahui adanya senjata api milik korban yang hilang dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Selain pistol, magazen dan lima butir amunisi, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, yakni satu unit sepeda motor Honda Supra X 125, dua unit telepon genggam, satu tas pinggang berwarna merah serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyimpanan senjata api.
Saat ini, BW telah diamankan di Polsek Heram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik masih memeriksa saksi-saksi, menelusuri komunikasi pelaku serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan pengambilan senjata api tersebut.
Keberhasilan pengungkapan ini sekaligus memastikan pistol Sig Sauer beserta magazen dan lima butir amunisi milik anggota Polri berhasil ditemukan kembali. (hsb)









