Prediksi, Tunggu 2 Tahun Lagi Produksi Tambang Freeport Baru Bisa Normal

by -
Areal Tambang Freeport

Timika, fajarpapua.com

Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma menyebutkan produksi tambang PTFI diprediksi baru bisa normal kembali pada 2022 atau 2023 mendatang.

“Hari ini kami sudah transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. Produksi tambang Freeport sekarang ini tidak dalam kapasitas normal. Produksi kami baru sekitar 60 persen. Normalnya itu diperkirakan dari rencana pertambangan kita yaitu tahun 2022-2023,” kata Claus di Timika, Minggu.

Claus mengatakan dengan kapasitas produksi baru sekitar 60 persen dari kondisi normal selama masa transisi dari tambang terbuka menuju tambang bawah tanah maka secara otomatis akan berdampak pada pendapatan perusahaan, termasuk alokasi dana kemitraan yang akan dikucurkan kepada masyarakat lokal yang saat ini pengelolaannya dipercayakan kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

“Kalau produksi kami hanya 60 persen maka maka otomatis dana ini akan terganggu bahkan dana satu persen juga akan terganggu sampai kondisi pertambangan kita kembali normal. Selama masa transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah sekarang ini tidak ada lagi penambangan di atas, semua turun ke bawah untuk menyiapkan areanya dan segala infrastruktur yang dibutuhkan,” jelas Claus.

VP Govrel PT Freeport Indonesia Jonny Lingga mengatakan saat ini produksi tambang Freeport di wilayah Tembagapura, Mimika masih terus berjalan, meskipun di tengah pandemi COVID-19.

“Semua tetap berjalan sesuai dengan target dan rencana yang ditetapkan perusahaan, tentu dengan mengedepankan protokol COVID-19. Produksi tetap jalan lancar, tidak ada kendala,” jelas Jonny.

Ia mengakui aktivitas produksi tambang Freeport beberapa waktu lalu sempat terhambat saat terjadi pemalangan dan pemogokan karyawan di Mile 72 untuk menuntut penyediaan bus untuk cuti kerja sementara di Timika dan pembayaran insentif selama masa pandemi COVID-19.

banner 300250
INFO IKLAN 0812-3406-8145