Timika, fajarpapua.com - Terhitung sejak September 2020 lalu, Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) resmi berdiri berdasar Surat Keputusan (SK) Nomor: Kep01/MUSANG/SPMP/PTFI/IX/2020.
Kehadiran serikat pekerja ini juga diklaim telah diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika.
SP Mandiri Papua saat ini diketuai oleh Virgo Henry Solossa, Seketaris Umum Eko Setyabudi Pigome bersama tiga anggota yakni, Hengki Binur, Paulus Bugerom dan Yohanes Kogoya.
Saat mempublikasikan berdirinya serikat pekerja tersebut yang berlangsung di Resto 66, Jumat (26/2) kemarin, Virgo menegaskan tujuan pendirian SP Mandiri Papua ini bertujuan untuk menjamin terlaksananya hubungan industrial dengan baik.
Dikatakan, untuk dapat menciptakan iklim bekerja dengan baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan. "Pertama adalah penyusunan PKB yang proporsional, kedua membuat lembaga bipartit," katanya.
Dengan langkah tersebut diatas lanjut Virgo, niscaya hubungan kerja antara perusahan, pekerja dan serikat dapat berjalan dengan baik. "Dengan demikian hubungan industrial juga akan berjalan dengan baik di perusahaan," jelasnya.
Pada beberapa tahun terakhir ujar Virgo, harus diakui ada riak-riak yang terjadi dalam hubungan industrial di PT Freeport Indonesia karena tidak adanya transparansi.
"Saat ini perusahaan sudah berbenah, maka serikat pekerja juga harus berbenah, serikat buruh juga harus berbenah dan lakukan perubahan sehingga iklim kerja dapat bertumbuh, termasuk produktifitas bisa meningkat," tegasnya.
.
Dengan latar belakang tersebut tegas Virgo, SP Mandiri Papua akan mencoba memanage pekerja sehingga dapat bersinergi dengan perusahaan dan juga dengan pemerintah sebagai mitra.
Virgo menegaskan SP Mandiri Papua hadir sebagai sebuah organisasi yang tidak berafiliasi dengan organisasi manapun baik di Papua maupun di Indonesia. “Kami ada, oleh kami dan untuk kami dalam lingkungan PT Freeport Indonesia," kata Virgo.
Karena tidak berafiliasi dan bersandar pada organisasi pekerja atau buruh nasional lanjut Virgo, SP Mandiri Papua akan mencari formula untuk memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Dengan demikian para pengurus secara terstruktur memahami posisinya dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
SP Mandiri Papua akan berupaya terus mendorong dari waktu kewaktu bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Termasuk, menciptakan ketenangan bekerja bagi buruh termasuk saat dia bekerja, ketika dia sakit dan jaminan keluarganya bagaiamana.
SP Mandiri Papua lanjut Virgo, hadir dan berjuang untuk semua pekerja di lingkungan PTFI baik itu karyawan PTFI sendiri, kayawan privatiasi, dan karyawan kontraktor.
Selain itu SP Mandiri Papua lanjut Virgo juga terus mendorong agar ada sinergis dengan pemerintah, pekerja dan perusahaan (pengusaha) untuk membangunn, mendorong, terciptanya sumber kerja perusahaan yang berkualitas, memiliki kemampuan skill yang baik, dan taat pada semua aturan yang ada.
SP Mandiri Papua juga berkomitmen, tidak mengorbankkan pekerja jika ada masalah atau hal yang diusulkan dengan mengkomunikasikan dengan perusahaan.
"Tidak hanya dalam meja perundingan PKB, tapi bisa dikomunikasikan dalam forum yang tidak terlalu resmi. SPMP mencoba menjembatani kepentingan pekerja lalu berjuang seta tidak merugikan perusahaan juga," tegasnya.
Soal kepengurusan, Virgo menyatakan selain pengurus inti, juga ada 7 bidang organisasi.
Soal anggota dijelaskan, semua pengurus akan turun dan meyakinkan para pekerja soal kehadiran SP Mandiri Papua. Ini dilakukan karena untuk bisa ikut dalam PKB, setidaknya harus bisa mengantongi 1500 anggota. (mar)

