Lewati ke konten utama

Ternyata Pegawai yang Halangi Kinerja Awak Media Hanya Juru Bayar PHL, Begini Penjelasan Kepala Kantor Pos Timika

Redaksi FPPenulis
00.54 WIT2 menit baca24 dibaca
IMG 20240220 WA0028
IMG 20240220 WA0028Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Kepala Kantor Pos cabang Timika, Lindra Hariyanto akhirnya mengklarifikasi pelarangan pengambilan gambar oleh awak media saat pembagian Sembako Program Keluarga Harapan (PKH).

Lindra Hariyanto dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (20/2) mengatakan, juru bayar tersebut merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang direkrut dan merupakan orang-orang baru yang belum tahu jika yang mengambil gambar tersebut merupakan awak media.

Selain itu, menurutnya, pembayaran bantuan tersebut waktunya sudah mepet.

"Mereka orang-orang baru mungkin tidak tahu. Selain itu karena waktu pembagian mepet dan hari ini terakhir mereka fokus dan sibuk agar pekerjaannya cepat selesai," katanya.

Dikatakan, oknum juru bayar yang melakukan pelarangan pengambilan gambar saat itu sedang bermasalah. Melihat ada yang mengambil gambar yang bersangkutan kaget.

"Mungkin waktu pengambilan gambar tidak pas, saat itu yang bersangkutan sedang ada masalah selisih. Dia kaget tiba-tiba ada yang ambil gambar dan mungkin dia takut karena lagi ada selisih," tuturnya.

Ia mengungkapkan atas kejadian tersebut pihaknya menyampaikan permohon maaf kepada awak media. Hal tersebut tidak disengaja karena para juru bayar tidak tahu jika yang ambil gambar awak media.

"Kami mohon maaf karena diluar kendali mungkin adik-adik ini menghadapi banyak protes di lapangan. Jadi yah mohon para awak media berbesar hati untuk melihat keadaannya saat itu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa awak media Online dan Televisi dilarang mengambil gambar saat meliput pembagian Sembako Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Kabupaten Mimika di lapangan Eks Pasar Swadaya Timika, Selasa (20/2).(ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.