Timika, fajarpapua.com — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) resmi memulai proses seleksi pengelolaan sekaligus penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) melalui kegiatan kick-off yang digelar di Hotel Horison Diana, Senin (16/2).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penyusunan master plan pengembangan RSMM bersama konsultan pendamping PT Ligar Mandiri Indonesia yang terpilih melalui proses seleksi terbuka sejak 2025.
Ketua Komite Seleksi RIP RSMM, Feri Magai Uamang, menjelaskan proses pemilihan konsultan dilakukan secara ketat selama sekitar enam bulan.
Dari 58 peserta yang mengikuti lelang terbuka, seleksi bertahap menghasilkan satu konsultan terbaik yang dinilai memenuhi kriteria teknis serta pengalaman.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan sesuai jadwal karena penyusunan rencana induk merupakan mandat strategis yang akan menentukan arah pengembangan rumah sakit ke depan,” ujarnya.
Ketua Pembina YPMAK, Angel Henock, mengatakan pembahasan pengembangan RSMM telah berlangsung sekitar satu tahun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menegaskan YPMAK akan memantau langsung proses pendampingan selama tiga bulan hingga dokumen RIP selesai disusun.
“Hasil penyusunan ini akan menjadi dasar perencanaan pengelolaan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang RSMM,” katanya.
Menurutnya, RSMM memiliki nilai historis penting karena merupakan rumah sakit pertama di Timika yang dibangun pada 1998 untuk melayani masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.
Namun, peningkatan tata kelola dan kualitas layanan dinilai perlu dilakukan agar rumah sakit mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan lain yang terus berkembang.
VP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, tenaga kesehatan, serta pihak terkait yang telah berkontribusi dalam pembenahan layanan RSMM.
Ia menilai rumah sakit memiliki peran strategis dalam menjamin akses kesehatan masyarakat Mimika dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing hingga tingkat nasional sebelum 2027.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Menurutnya, pembenahan layanan kesehatan merupakan bagian dari proses transformasi yang telah dimulai sejak tahun lalu.
Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, menjelaskan tim konsultan akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi rumah sakit, termasuk mengidentifikasi titik kritis dalam manajemen, keuangan, pelayanan medis, dan sistem administrasi.
Hasil evaluasi tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola serta kualitas layanan RSMM ke depan.
Dengan dimulainya penyusunan master plan ini, YPMAK menargetkan seluruh proses perencanaan pengembangan RSMM dapat rampung sebelum akhir 2026, sehingga tahap implementasi peningkatan layanan kesehatan di Mimika dapat segera dijalankan. (moa)




