Timika, fajarpapua.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) keributan di Jalan Kesehatan Dalam Timika, Senin (2/3).
Olah TKP dilakukan sebagai tindak lanjut insiden penyerangan terhadap anggota Polres Mimika yang merespons laporan keributan warga, hingga mengakibatkan tiga personel terkena panah.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Ibnu Rudihartono dengan melibatkan personel gabungan dari Sat Reskrim, Sat Samapta, Sat Intelkam, Sipropam Polres Mimika serta didukung satu peleton Yon B Pelopor Satbrimobda Papua Tengah.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona mengatakan, olah TKP dilakukan secara menyeluruh di sepanjang Jalan Kesehatan Dalam Lorong Meuwo dan ditutup dengan apel konsolidasi untuk evaluasi serta langkah tindak lanjut.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, diketahui penerangan jalan pada malam hari masih sangat minim sehingga jarak pandang terbatas. Selain itu, di sekitar lokasi tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu proses identifikasi kejadian,” ujarnya.
Dalam olah TKP, petugas merekonstruksi delapan adegan diantaranya posisi personel opsnal saat diserang menggunakan panah dan batu serta lokasi ditemukannya tiga anak panah. Kemudian posisi sekelompok pemuda yang melakukan penyerangan sekitar 20 orang, posisi personel perintis saat merespons TKP lalu diserang menggunakan batu, serta titik ditemukannya batu.
Selain itu, diperagakan posisi tiga anggota Polres Mimika yang terkena panah, posisi pelaku melakukan penyerangan menggunakan panah dan batu di pertigaan lorong menuju Sekolah Dasar YPPGI Meuwo, posisi mobil perintis yang memblokade jalan sebagai tempat berlindung, serta titik penyerangan di area pertigaan Sekolah Dasar YPPGI Meuwo.
“Ada delapan adegan dalam olah TKP tersebut. Situasi selama pelaksanaan berlangsung aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan normal dengan pengamanan aparat kepolisian,” katanya.
Polres Mimika mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Apabila mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa ini, masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ron)


