Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Muhammadiyah Rayakan Idul Fitri 1447 H Lebih Awal di Mimika, Juma Aziz: Jalan yang Berbeda Tujuan Sama

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Mimika dan Indonesia tahun ini menghadirkan nuansa berbeda.

Warga Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri lebih awal pada Jumat (20/3), sementara pemerintah dan Nahdhatul Ulama baru akan menggelar Salat Ied pada Sabtu (21/3) besok.

Tak hanya terpusat di satu lokasi, pelaksanaan Salat Idul Fitri oleh Muhammadiyah Mimika digelar di dua titik, yakni di halaman Perguruan Muhammadiyah, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, serta di Masjid At-Taqwa SP7, Kelurahan Mulia Kencana.

Di kedua lokasi tersebut, ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Imam sekaligus khatib, Ustad Andika Setyo Budi, dalam khutbahnya menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk menjaga konsistensi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Idulfitri adalah awal untuk tetap istiqamah, menjaga hati, dan terus menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan tiga makna kemenangan sejati, yakni keberhasilan membersihkan diri dari penyakit hati, meningkatnya kepedulian sosial, serta lahirnya pribadi Muslim yang mampu menjadi solusi di tengah tantangan zaman.

Sementara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mimika, H. Juma Aziz, menjelaskan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 20 Maret 2026 mengacu pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

“Sebagai bagian dari Muhammadiyah, tentu kita mengikuti keputusan pimpinan pusat yang telah ditetapkan secara nasional,” jelasnya.

Ia juga mengakui adanya potensi perbedaan waktu perayaan Idulfitri, di mana sebagian umat Muslim kemungkinan akan merayakannya pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Namun demikian, perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan.

“Perbedaan hanyalah jalan yang berbeda menuju tujuan yang sama. Kita tetap satu dalam semangat Idulfitri,” tegasnya.

Juma juga mengimbau seluruh umat Muslim di Mimika untuk tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di tengah keberagaman.

Pelaksanaan salat Id di kedua lokasi berlangsung aman dan lancar. Usai ibadah, jemaah saling bersalaman dan bermaafan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi esensi Idulfitri.

Momentum Lebaran lebih awal ini pun menjadi cerminan bahwa di tengah perbedaan, masyarakat Mimika mampu menjaga harmoni dan menjadikan toleransi sebagai fondasi utama dalam kehidupan sosial. (mas)