Timika, fajarpapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, SIP., M.MKes, memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Hoya akan kembali aktif pekan depan setelah sempat vakum sejak Januari 2026.
Dikemukan, vakumnya layanan kesehatan di Faskes tersebut dipicu kendala transportasi udara yang belum berjalan optimal, sehingga tenaga kesehatan tidak dapat kembali bertugas.
“Saya sudah cek memang benar Puskesmas Hoya tidak aktif sejak Januari lalu, sampai sekarang tenaga kesehatan masih di Timika,” ungkap Godfried saat dikonfirmasi fajarpapua.com, Jumat (26/3).
Dikemukakan, Puskesmas Hoya memiliki alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung transportasi udara bagi tenaga kesehatan. Namun, realisasi penggunaan anggaran tersebut belum berjalan sehingga pelayanan sempat terhenti.
Kata dia, dalam satu tahun, tersedia anggaran untuk 33 kali penerbangan dengan biaya sekali jalan sebesar Rp42 juta. Sehingga total anggaran transportasi yang disiapkan mencapai Rp1.386.000.000 per tahun.
Dijelaskan, dengan dukungan anggaran tersebut, skema pelayanan akan diatur menggunakan sistem shift, diantaranya tenaga kesehatan dijadwalkan bertugas satu hingga dua bulan sekali agar penggunaan dana lebih efektif dan pelayanan tetap berjalan.
“Minggu depan petugas Puskesmas Hoya sudah bisa kembali melaksanakan tugas karena anggaran sudah tersedia,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Distrik Hoya menyampaikan keluhan serius terkait tidak tersedianya pelayanan kesehatan di wilayah mereka.
Warga mengaku mengalami berbagai gangguan kesehatan namun tidak mendapatkan penanganan medis karena tidak adanya petugas di lokasi.
Empat warga diantaranya Ikiau Jawame selaku tokoh intelektual Hoya, Pilik Uamang (tokoh masyarakat), Sapinus uamang (tokoh gereja) dan Anton Magai meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Kesehatan, segera mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tenaga medis ke Distrik Hoya.
Mereka menyatakan, persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar tidak berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kalau sampai tidak ada tenaga medis di distrik, ini harus segera ditangani. Pemerintah tidak boleh lambat merespons kondisi seperti ini,” ujar Anton Magai.
Sementara Ikiau Jawame menambahkan, kehadiran tenaga kesehatan sangat penting terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil seperti Distrik Hoya.
“Kami minta Dinas Kesehatan segera turun tangan dan memastikan ada petugas yang melayani masyarakat di sana,” tandasnya.(fan)








Komentar (0)