BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Sempat Palang Kantor TRMP Freeport, Keluarga Korban Pembunuhan di Kwamki Narama Jalan Kaki dari Tembagapura ke Timika

1050
×

Sempat Palang Kantor TRMP Freeport, Keluarga Korban Pembunuhan di Kwamki Narama Jalan Kaki dari Tembagapura ke Timika

Share this article
Nampak ratusan warga yang terdiri dari pria dewasa, kaum wanita dan anak-anak terlihat berjalan di Tembagapura.

Timika, fajarpapua.com – Ratusan warga yang merupakan keluarga dari Balau Nawegelen, korban pembunuhan di Kwamki Narama pada Minggu (29/3), dilaporkan berjalan kaki dari wilayah Tembagapura menuju Timika, Senin (30/3).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas keluarga, sekaligus keinginan untuk bergabung dengan kerabat korban lainnya di Kwamki Narama.

iklan

Informasi yang dihimpun fajarpapua.com menyebutkan, sebagian dari mereka juga terdorong oleh emosi atas peristiwa pembunuhan yang menimpa anggota keluarga mereka.

Sebelumnya, rombongan keluarga dikabarkan sempat melakukan aksi pemalangan di area operasional PT Freeport Indonesia.

Mereka menuntut agar pihak perusahaan menyediakan fasilitas transportasi berupa kendaraan untuk mengantar mereka ke Timika.

Namun, aksi tersebut berhasil diredam aparat keamanan gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kuala Kencana, Brimob Satgas Amole PT Freeport Indonesia, serta petugas keamanan internal perusahaan.

Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard, yang memimpin langsung penanganan di lapangan, menjelaskan sekitar 30 warga melakukan pemalangan di depan Kantor TRMP PT Freeport Indonesia Tanggul Timur, Distrik Kuala Kencana, pada Senin pagi.

“Permintaan warga adalah penyediaan bus untuk menuju Timika. Namun situasi keamanan saat ini masih sensitif pasca konflik antarkelompok, sehingga perlu penanganan secara hati-hati,” ujar Kapolsek.

Melalui pendekatan persuasif dan dialog langsung, aparat memberikan pemahaman kepada warga terkait prosedur transportasi perusahaan serta kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Polisi menegaskan fasilitas transportasi dari perusahaan diprioritaskan hanya untuk kondisi darurat, seperti keperluan medis atau kedukaan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama di kawasan objek vital nasional seperti area operasional PT Freeport Indonesia.

Aksi pemalangan akhirnya dibuka setelah warga menerima penjelasan dari aparat.

Meski demikian, sebagian besar keluarga korban tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Timika.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan guna mencegah potensi eskalasi konflik, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif di wilayah Kwamki Narama dan sekitarnya. (mas)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP