Timika, fajarpapua.com – Kantor PT Pos Indonesia Timika menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2026 kepada sebanyak 7.813 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ketua Satgas Penyaluran Kearifan Lokal Sembako dan PKH Tahap I, Susi Nurlela Sitompul, mengatakan total anggaran yang disalurkan pada tahap pertama ini mencapai Rp 14 miliar.
“Penyaluran tahap satu sudah dilakukan kepada 7.813 KPM dengan total anggaran sebesar Rp14 miliar,” ujar Susi kepada media di Timika .
Ia menjelaskan, untuk wilayah perkotaan, penyaluran bansos dilakukan secara langsung di Kantor Pos Timika dan di Lapangan Eks Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso.
Sementara itu, untuk 11 distrik di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika, bantuan diserahkan kepada masing-masing kepala distrik guna didistribusikan langsung kepada masyarakat di wilayahnya.
“Kami telah mengundang para kepala distrik dan melakukan rapat terkait mekanisme penyaluran. Disepakati bahwa bantuan diserahkan kepada kepala distrik, kecuali di Distrik Mimika Barat yang kami salurkan langsung ke Kokonao,” jelasnya.
Susi menyebutkan, bansos yang disalurkan terbagi dalam dua kategori, yakni bansos sembako dan sembako plus PKH dengan nominal berbeda. Bansos sembako Rp600.000 per KPM Sembako + PKH: Rp 725.000 hingga Rp 2,4 juta, tergantung jumlah anggota keluarga.
Namun demikian, dalam proses penyaluran di wilayah kota, tercatat 484 KPM mengalami gagal salur.
“Kemungkinan penerima sudah pindah atau keluar daerah, apalagi penyaluran bertepatan dengan momen Lebaran,” ungkapnya.
Pertanyakan Data Penerima
Dalam penyaluran tersebut, pihaknya juga menerima sejumlah pertanyaan dari warga yang sebelumnya menerima bantuan, namun kini tidak lagi terdaftar sebagai penerima.
Menanggapi hal tersebut, Susi menegaskan bahwa PT Pos Indonesia hanya bertugas sebagai penyalur, sedangkan data penerima sepenuhnya berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Mimika.
“Jika ada masyarakat yang mempertanyakan data, kami arahkan ke Dinas Sosial karena mereka yang lebih memahami dan mengelola data penerima,” tegasnya.
Penyaluran bansos ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah Mimika, baik di perkotaan maupun daerah terpencil. (red)

