Timika, fajarpapua.com — Sebanyak 300 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan Front Rakyat Papua di Kantor DPRK Mimika, Rabu (7/4).
Aksi tersebut diketahui berdasarkan selebaran yang beredar dengan mengusung tuntutan bertajuk “Tanah Papua Bukan Tanah Eksploitasi.”
Sebelum bergerak menuju lokasi aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di empat titik berbeda, yakni Bundaran SP 2, Bundaran Timika Indah, Lapangan Pasar Lama, dan Gereja Bahtera Kwamki Baru.
Dari titik-titik tersebut, massa kemudian melakukan long march menuju Kantor DPRK Mimika.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi tersebut.
Ia mengatakan, aparat keamanan telah disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama jalannya aksi.
“Iya benar, kami menurunkan 300 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Brimob,” ujarnya melalui pesan singkat.
Terkait perizinan aksi, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan unjuk rasa tersebut tidak mengantongi izin resmi dari pihak kepolisian.
“Tidak ada izin,” tegasnya.
Meski demikian, aparat tetap melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. (ron)

















Komentar (0)