Jayapura, fajarpapua.com – Momentum peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai ajakan memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan pembangunan daerah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sartika Wonda, menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada intimidasi maupun kekerasan terhadap perempuan.
Ia mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Jayapura untuk meneladani semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui berbagai program dan kegiatan yang mendorong perempuan terus berkembang serta berkontribusi dalam pembangunan.
“Perempuan harus mampu memaknai perjuangan Kartini dengan terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar Dewi Wonda, Selasa (21/4).
Menurutnya, peringatan Hari Kartini tahun ini yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor.
Ia juga memberikan apresiasi kepada perempuan di Kabupaten Jayapura yang dinilai mampu menjalankan peran ganda, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pencari nafkah.
Dewi menegaskan, emansipasi perempuan bukan tentang persaingan, melainkan bagaimana perempuan mampu mengoptimalkan potensi diri untuk mendukung keluarga dan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian perempuan untuk menolak segala bentuk intimidasi.
“Tidak boleh ada lagi intimidasi, baik kekerasan dalam rumah tangga maupun bullying. Kami telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak,” tegasnya.
TP-PKK Kabupaten Jayapura, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan dinas terkait dan lembaga advokasi serta membentuk perwakilan hingga tingkat kampung.
Hal ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, TP-PKK juga mendorong peningkatan kualitas generasi melalui program Peduli Generasi Emas Papua yang berfokus pada kesehatan dan pendidikan anak.
Program ini diwujudkan melalui pembukaan rumah baca di kampung-kampung serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Di era digital, Dewi juga mengajak perempuan untuk lebih kreatif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Pihaknya berencana menggelar seminar digitalisasi hingga ke kampung-kampung guna meningkatkan literasi digital perempuan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sentani, Murni, menyampaikan perjuangan Kartini telah membuka akses pendidikan bagi perempuan hingga saat ini.
“Dengan semangat Kartini, perempuan harus lebih aktif, cerdas, mandiri, dan mampu menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk menjadikan semangat Kartini sebagai inspirasi dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Jayapura diharapkan menjadi momentum memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah menuju generasi emas Indonesia di masa mendatang. (hsb)








Komentar (0)