Timika, fajarpapua.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika melakukan terobosan baru dalam sistem pembinaan dan penjaringan qori-qoriah dengan memulai seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dari tingkat distrik sebelum masuk ke level kabupaten.
Langkah yang digagas kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Muhammad Darwis ini dinilai menjadi strategi penting dalam memperluas pembinaan generasi Qurani hingga ke tingkat kampung dan akar rumput.
Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Muhammad Darwis, mengatakan sistem baru tersebut bukan sekadar perubahan teknis pelaksanaan MTQ, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pola pembinaan yang lebih terstruktur, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Mimika.
“Melalui sistem ini, kami membuka ruang yang lebih luas bagi putra-putri terbaik di setiap distrik untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Harapannya, pembinaan dapat lebih merata dan mampu melahirkan qori-qoriah unggulan yang siap bersaing di berbagai tingkatan,” ujarnya.
Menurut Darwis, sebelumnya proses seleksi peserta MTQ menuju tingkat provinsi umumnya dilakukan langsung di level kabupaten.
Namun melalui pola baru ini, peserta akan lebih siap karena telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan sejak tingkat distrik.
Selain memperluas pembinaan, sistem tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi dua agenda besar MTQ yang akan digelar tahun ini.
LPTQ Kabupaten Mimika dijadwalkan menggelar MTQ ke-13 tingkat Kabupaten Mimika pada 12 Juni 2026.
Selanjutnya, Kabupaten Mimika juga akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Papua Tengah yang direncanakan berlangsung pada 26 Juli 2026.
Darwis berharap kebijakan baru ini dapat meningkatkan kualitas peserta sekaligus memperkuat posisi Mimika sebagai daerah yang serius dalam pembinaan tilawatil Qur’an di Papua Tengah.
Saat ini sejumlah distrik telah sukses melaksanakan MTQ tingkat distrik perdana, di antaranya Distrik Kuala Kencana, Distrik Wania, dan Distrik Mimika Timur.
Sementara itu, MTQ ke-1 tingkat Distrik Mimika Baru tengah berlangsung dan resmi dibuka pada Jumat (22/5) malam di Gedung Serbaguna Babussalam, Timika.
Kegiatan tersebut diikuti 130 peserta dari 11 kelurahan dan tiga kampung di wilayah Distrik Mimika Baru.
Ketua Panitia MTQ, Suriati Rahim, mengatakan MTQ perdana ini mengusung tema “Memperkuat Persaudaraan Umat Melalui Nilai-Nilai Qur’ani untuk Masyarakat Mimika yang Harmonis.”
Ia menyebut kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Distrik Mimika Baru, pengurus LPTQ, para donatur, dan kerja sama seluruh panitia.
“Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, MTQ pertama tingkat Distrik Mimika Baru dapat terselenggara dengan baik,” katanya.
Ketua LPTQ Distrik Mimika Baru, Siti Hudaya Rahmatullah, menegaskan MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana membangun karakter generasi Qurani di tengah masyarakat.
“Jaga nama baik kafilah, junjung sportivitas, dan jadikan MTQ ini sebagai momentum meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh agama, dan masyarakat atas terselenggaranya MTQ perdana tersebut.
Menurutnya, MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar perlombaan. “MTQ adalah sarana syiar Islam, pembinaan mental dan spiritual generasi muda, sekaligus momentum menanamkan nilai akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.(mas)

