Lewati ke konten utama

Lampaui Target, PLN Papua-Papua Barat Berhasil Tekan Gangguan Listrik hingga 43 Persen

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
22.14 WIT2 menit baca28 dibaca
Petugas PLN tengah melakukan pemeliharaan rutin di Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Holtekamp, Jayapura.
Petugas PLN tengah melakukan pemeliharaan rutin di Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Holtekamp, Jayapura.Foto / Ekonomi
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat berhasil melampaui target keandalan layanan kelistrikan dengan menekan frekuensi gangguan listrik hingga 43 persen sepanjang periode Mei 2026.

Capaian ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang semakin andal bagi masyarakat di Tanah Papua.

Selain berhasil menurunkan frekuensi gangguan, PLN juga mampu memangkas durasi pemadaman listrik per pelanggan hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi proses bisnis, mempercepat respons penanganan gangguan di lapangan, serta mengoptimalkan pemeliharaan preventif pada jaringan distribusi.

"Kami sangat memahami bahwa kebutuhan warga terhadap pasokan listrik yang stabil semakin meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, kami terus mengubah cara kerja kami agar petugas bisa datang lebih cepat dan listrik segera menyala kembali," ujar Roberth, Minggu (28/6).

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tercermin dari indikator System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi pemadaman listrik yang berhasil ditekan menjadi 102,37 menit per pelanggan.

Angka tersebut turun sekitar 12 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 116,34 menit per pelanggan, sekaligus melampaui target perusahaan sebesar 122,4 menit per pelanggan.

Sementara itu, indikator System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Hingga Mei 2026, angka SAIFI tercatat 0,99 kali per pelanggan, jauh lebih baik dibanding target perseroan sebesar 1,76 kali per pelanggan.

"Perusahaan berhasil memangkas intensitas gangguan sebesar 43,10 persen dibandingkan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan," jelas Roberth.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan digitalisasi sistem kelistrikan dari hulu hingga hilir, serta integrasi sistem respons cepat petugas lapangan yang didukung melalui aplikasi PLN Mobile.

Melalui aplikasi tersebut, setiap laporan gangguan dari masyarakat dapat diterima secara real time, sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

PLN berharap peningkatan keandalan jaringan listrik ini dapat terus mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua dan Papua Barat dengan pasokan listrik yang semakin stabil dan berkualitas. (Humas PLN)